Aku tak tahu dimana aku menemukannya yang jelas aku menemukannya pada saat aku diterjang ombak yang membingungkanku bukan bingung mau kemana tapi bingung untuk menjauhinya awalnya aku tak sadar jikalau ianya berharga sampai pada akhirnya ombak pun pergi bukan karna sesuatu itu ombak pergi tapi memang suatu pilihan ianya baru kusadari setelah sekian lama ku bersama setelah ku memilih untuk pergi karna tak ada rasa didada namun berbalik arah ketika ianya bersinar dari kejauhan berkali-kali ku mencoba untuk meyakini diri dan berkali-kali pula ku berhenti untuk meyakini bukan soal siapa dan mengapa tapi bagaimana ianya begitu berbeda dengan yang lain kucoba untuk yakin saat aku memandanginya lewat celah senyumnya yang menawan terlihat ianya suatu pancaran kasih sayang yang ku ingini kuutarakan apa yang digoreskan oleh hati bermaksud hati dibalas hati memang bukan terucap dari bibirnya dan tak ingin ia ucapkan dengan bibirnya itu bodoh sekali jika aku hanya menilai ...
Jika ceritamu tak mampu kamu simpan dalam fikian, maka lebih baik simpan dalam tulisan mengenang bukan merarti mengingat ataupun ingin kembali kemasa itu. tapi untuk pelajaran hidup dan motivasi bagi orang lain
