Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Pergi dan Kembali

Aku tak tahu dimana aku menemukannya
yang jelas aku menemukannya pada saat aku diterjang ombak yang membingungkanku
bukan bingung mau kemana tapi bingung untuk menjauhinya

awalnya aku tak sadar jikalau ianya berharga
sampai pada akhirnya ombak pun pergi
bukan karna sesuatu itu ombak pergi
tapi memang suatu pilihan

ianya baru kusadari setelah sekian lama ku bersama
setelah ku memilih untuk pergi karna tak ada rasa didada
namun berbalik arah ketika ianya bersinar dari kejauhan

berkali-kali ku mencoba untuk meyakini diri
dan berkali-kali pula ku berhenti untuk meyakini
bukan soal siapa dan mengapa tapi bagaimana ianya begitu berbeda dengan yang lain

kucoba untuk yakin saat aku memandanginya lewat celah senyumnya yang menawan
terlihat ianya suatu pancaran kasih sayang yang ku ingini

kuutarakan apa yang digoreskan oleh hati
bermaksud hati dibalas hati
memang bukan terucap dari bibirnya
dan tak ingin ia ucapkan dengan bibirnya itu

bodoh sekali jika aku hanya menilai sebatas ucapan bibir belaka
yang ianya tak dapat ku tahu bahwa apa yang ia berikan itu lebih dari sekedar ucapan belaka
kecewa dengan hal sepele seperti itu, berkali-kali ku ingin berhenti
namun penjelasan yang diberikan berkali-kali membuat tamparan keras bagiku

satu hal yang membuat ku terharu
ketika ianya memberikan kasih sayang dan perhatiannya

"Marah lah padaku, kesal padaku, limpahkan kepadaku saat kamu ingin marah, saat kamu ada masalah, lempar semua kekesalan itu padaku jangan ke orang lain"

membuat semua masalahku hilang dengan ucapan itu.
sungguh perasaan yang luar biasa yang diberikan kepadaku
walaupun ianya berisaha untuk menutupi dan memilih untuk tak diucapkan
namun kini aku sadar bahwa cinta bukan soal ucapan yang menyenangkan hati tapi perlakuan yang menenangkan hati.


~Athar Al-Akhtar

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Yang dulunya aku sebut cinta #1

Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya. Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta? Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu. Semenjak awal kita sebenarnya sudah dib...