Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Yang dulunya aku sebut cinta #1


Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya.

Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta?

Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu.

Semenjak awal kita sebenarnya sudah diberi isyarat untuk tidak melanjutkan hubungan ini, untuk apa aku bertahan ketika kamu hanya memanfaatkanmu untuk hidup dikota orang ini. Aku seorang wanita tapi aku yang seolah membiayaimu disini. Sedang kamu tak pernah mau mendengarkanku disaat aku mendengarkan semua keluh kesah dan keinginanmu.

Orang tuaku bilang, “nak, kamu ga usah sama Bima, anaknya ga jelas, keluarganyapun ga jelas, ayahnya selingkuh, ibunya di tinggal dan lagi dia bekerja pada sebuah bisnis MLM itu. kamu tak takut diselingkuhin?” aku tak menghiraukan kata itu, aku tak ingin mendengar semua hal yang memburuk-burukkan dia. Sesayang itukah aku dulu padanya?

Untuk pertama kalinya kamu menduakan aku, sedih rasanya aku yang tak mendengarkan orang tuaku, dan ternayata benar adanya. Eh tunggu, bukan aku yang kamu selingkuhi, ternyata akulah selingkuhanmu. Kamu yang telah lebih dulu pacaran dengannya. Lalu tanpa kusadari kamu mendekatiku dan luluh aku menerimamu. Kejam rasanya dengan apa yang kamu perbuat padaku. Laantas kenapa aku masih bertahan? Cinta.

Bujuk rayumu terus menerus kau lelmparkan kearahku, sungguh lihat lidahmu itu bergoyang-goyang didalam mulut menghasilkan nada yang aku sendiri tak bisa marah karnanya. Aku mempercayaimu, aku luluh karnamu dan aku kembali untukmu. Perkerjaanmu berantakan, kuliahmu telah lama kau tinggalkan. Teman-temanmu menjauhimu karna asik kau tawarkan mereka untuk masuk ke bisnis bodongmu itu. dan pada akhirnya kamu tertipu oleh mereka para pebinis licik itu. kamu menyesal? Iya kamu menyesal (mungkin hanya waktu itu).

“kita urus kuliahmu lagi, kamu harus kuliah. Tak mungkin kamu kembali kempung dengan keadaan begini bukan? Kataku sambil memberikan jalan untuknya.

Kamimengurus semua kuliahnya yang hampir di DO karna sudah bertahun dia tingglkan itu. kamu kuliah kembali di universitas itu. dan disitulah aku kemabli dimanfaatkan, tidak hanya uang pun tenaga juga dimanfaatkan olehnya. Apakah aku sadar? Ia aku sepenuhnya sadar, tapi aku pungkiri itu. kenapa? Ya, cinta (lagi). Semua urusanmu aku yang kerjakan, semua proposal penelitianmu, saat kamu mengambil data dilapangan sampai skipsimu jadi. Akulah orang yang menyelesaikannya. Kamu hanya tinggal bimbingan saja sekali seminggu kekampusmu itu. kurang baik apa aku?

Kamu tau? Kebaikan ku itu, tak pernah kau anggap. Betapa tidak, kamu tak bisa dihubungi seharian tak bisa ditelpon, sms semuany tak bisa. aku anggap kamu lagi sibuk atau apalah, hanya berusaha untuk positif thinking saja.

“Bim, kok kamu seharian kemarin ga bisa dihubungi? Kamana aja?”

“Ponselku rusak” jawabmu dengan singkat seolah tak bersalah. Tak adakah niatmu meminta maaf karna tak berkabar?

Aku hanya pegang satu hal, mungkin sudah ribuan kali aku ucapkan, ya cinta. Cinta yang membuat aku percaya dengan tidak menaruh curiga padanya, walaupun tersakiti sudah pernah aku alami.

Mataku terasa panas, seperti ada bendungan yang akan patah, rubuh. Mata ini tak lagi mampu menahan air mata yang keluar dari hati, rusak ponsel apanya? Dalam hatiku bergumam sendiri. Sungguh pemandangan yang tak enak dilihat hati, bukan hanya mata. Foto itu terlihat jelas dimataku, dan sampai saat ini aku takkan pernah lupa dengan kejadian itu, foto seorang gadih berpakaian seksi dirangkul oleh seorang laki-laki, yang sepertinya itu adalah perjalanan panjang, foto demi foto yang kulihat sudah cukup menceritakan apa yang terjadi, setidaknya itu adalah perjalanan semalaman bahkan seharian di langit jogja. Eh? Tunggu rasanya aku mengenalnya. ya aku mengenalnya lelaki itu. dia yang dengan tak tahu diri dengan apa yang aku lakukan untuknya, setelah bagaimana aku menopang hidupnya, setelah bagaimana aku memaafkan pengkhianaan sebelumnya. Apa yang kamu kejar? Kepuasan? Atau menempel seperti benalu? Berusaha hidup dengan memanfaatkan hidup orang lain. aku merasa kasihan padamu, aku melakukan semua itu karna aku tau kamu dimana, bagaimana keadaan keluargamu bagaimana keuanganmu di tanah perantauan ini, makanya aku ingin selalu membantumu keluar dari keadan itu. tapi kau balas aku apa? Aku kasihan padamu yang sebegitu tak bisanya kau menggunakan kepalamu untuk berfikir. Aku kasihan padamu yang tak lagi bisa menggunakan rasa untuk bertindak.

Kamu seperti batu, akan berpijar percikan api bila di gesek keras dengan batu pula. Kamu marah jika sudah ketahuan salah, aku keras kekamu kamu malah sedikitpun tak mau kalah. Lantas aku harus bagaimana> beritahu aku bagaimana aku harus menghadpi kamu. Lembut? Kelambutan macam apa yang bisa mengubahmu? Malah mungkin aku yang makin kau injak-injak pada ujungnya.

Sekali lagi, aku bertanya pada diriku sendiri, mengapa aku bertahan? Hmmmmm aku tak jawabannya akan sama, tapi kali ini aku tak ingin menyebutnya. Kau pasti tau itu, simpan saja dalam ingatanmu. Entah bagaimana seorang penulis akan menceritakan ceritaku ini dalam tulisannya. Karna kata-kata yang terus-terusan aku ulang, dan kejadian yang terulang lagi dan lagi. Tapi ceritanya tak selesai begitu saja. Mungkin aku bisa memaklumi jika penulis itu memotong certitaku yang kesemuannya sama, tapi aku benar-benar tak bisa melupakan setiap kejadian-kejadian itu. seperti aku diselingkuhi lagi dengan seorang yang berprofesi sebagai kupu-kupu malam. Bagaimana itu bisa terjadi? Aku sungguh tak megerti denganmu yang sekarang. Apakah dengan aku yang terus-terusan memaafkanmu jadinya kamu akan terus-menerus begitu? Aku mungkin punya batas akan hal itu. tapi aku tak tahu sampai dimana batasku. Tunggu saja.

Comments

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    ReplyDelete
  2. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...