Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Harap


Seakan aku kehilangan semua jalan
Semua yang kurasakan tak ada satupun yang ku mengerti
Serasa hidup tak pernah menjalani apapun, tak pernah mendapatkan apapun

Bak bongkahan berlian yang telah lama hilang
Saat kembali, ianya tak tahu harus berbuat apa

Malam begitu sunyi dengan tetesan hujan yang menemani
Sesekali ku lirik keluar jendela, adanya hanya gelap dan dingin
Sama seperti yang kurasakan sekarang
Dikau ianya cahaya tapi mengapa yang kurasa hanya gelap
Dikau ianya mentari tapi mengapa dingin kurasa

Ingin ku menyapa kebelakang tapi ianya telah berlalu
Ingin ku meraih kedepan tapi ianya telah tiada

Apa yang kuharapkan sekarang?
apakah pantas ku bermimpi?

Dikau membuatku riang, namun hatiku menangis
Dikau membuatku bahagia, namun diri merana
Semakin sakit saatku mengingatmu namun semakin enggan diri ini untuk beranjak darimu
Semakin takut, semakin gundah, semakin menyesal akan semua hal

Malam demi malam kulalui dengan tampa kehadiran rembulan
Kegelisahan terus menemani, tak mengerti akan lelahnya jiwa ini
Sedih, marah, senang, sakit, seakan menjadi satu
Kini… aku hanya bisa berharap
Entah apa yang kuharapkan
Sekali lagi… aku berharap J


~Awan Hitam Al-akhtar

Comments

Popular posts from this blog

Batasku #2 end

            Dan benar saja, aku akhirnya tiba di batask, dimana perlakuanmu sungguh tak bisa aku tahan lagi, kekejaman macam apa yang berusaha kamu tunjukkan padaku? Sungguh inginkah kamu memperlihatkan kekejaman yang hewan sendiri mugnkin tak tega melakukan itu, tak sanggup melakukan itu. sunnguh sakit luar biasa sakit, bagaimana tidak disaat kamu menduakanku dengan tuduhan kearahku yang aku sendiri tak mampu menelan ludah saat mengetahui itu. ingin menangis rasanya saat aku menceritakan ini. Sunguh aku berada di tiitik terperih seumur hidupku. Perih sangat-sangat perih. Ketika kau menggoreskan tanganku dengan pecahan kata itu lalu kau siram tanganku dengan perasan kulit jeruk yang asamnya tak bisa ku bayangkan. Bisa kamu rasakan bagaimana rasanya? Ketikan air perasan asam itu jatuh di kulit masuk kedalam darah.. aarrghhhhhh membayangkannya saja sangat perih rasanya, bagaimana kalau kamu merasakannya senidir? Pasti lebih sakit d...

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...