Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Didalam dada yang menggebu-gebu


Malam itu, aku bercerita dengan seniorku, tentangmu yang selalu membuat dadaku menggebu-gebu. Seorang wanita yang berhasil merampas segenap cinta yang ada, mengalihkan pandanganku terhadap siapa saja, menjadikannya setia memandang parasmu saja. Kamu tahu? Apa yang selalu ingin aku capai saat ini? Yaa, aku ingin mencapai cinta yang sulit aku gapai itu. Bukan cinta sesaat yang aku rasakan, bukan pula cinta yang baru ku pertahankan, tapi jauh sebelum seseorang itu mengutarakan.

Aku kalah cepat darinya waktu itu, ketika aku sibuk meyakinkan hati, memberanikan diri dan menunggu waktu yang pantas, lantas ia dengan tegas menyatakan cinta. Aku kalah cepat waktu itu, dia yang lebih dulu membuatmu nyaman dengan sejuta angan, yang aku sendiri tak tahu wujud keberadannya sebelum ini. Aku menyimpan semua rasa kecewa itu dengan tetap mempertahankan cinta.

Aku yang keras kepala menunggumu, memendam semua rasa dengan bermodalkan percaya. Kini, aku kembali dengan rasa yang dulu pernah ada, dengan rasa yang ku simpan begitu lama. tapi, aku bingung dengan posisiku sekarang, aku takut jika engkau tak bisa menerimaku, aku takut setelah ku utarakan perasaan ini, engkau malah menjauhi. Namun aku bertekad, biar apapun nanti, biarlah menjadi arti yang takan ku sesali.

 

Request By : IFR99

Karya : Raiz


 

Comments

Popular posts from this blog

Batasku #2 end

            Dan benar saja, aku akhirnya tiba di batask, dimana perlakuanmu sungguh tak bisa aku tahan lagi, kekejaman macam apa yang berusaha kamu tunjukkan padaku? Sungguh inginkah kamu memperlihatkan kekejaman yang hewan sendiri mugnkin tak tega melakukan itu, tak sanggup melakukan itu. sunnguh sakit luar biasa sakit, bagaimana tidak disaat kamu menduakanku dengan tuduhan kearahku yang aku sendiri tak mampu menelan ludah saat mengetahui itu. ingin menangis rasanya saat aku menceritakan ini. Sunguh aku berada di tiitik terperih seumur hidupku. Perih sangat-sangat perih. Ketika kau menggoreskan tanganku dengan pecahan kata itu lalu kau siram tanganku dengan perasan kulit jeruk yang asamnya tak bisa ku bayangkan. Bisa kamu rasakan bagaimana rasanya? Ketikan air perasan asam itu jatuh di kulit masuk kedalam darah.. aarrghhhhhh membayangkannya saja sangat perih rasanya, bagaimana kalau kamu merasakannya senidir? Pasti lebih sakit d...

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...