Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Jangan Menggangguku


Aku pernah memilihmu dan meninggalkan dia, tapi mengapa kau balas aku dengan cobaan?. Dulu, kamu menjemputku dari sebuah cinta yang sebenarnya aku sudah nyaman dengannya, seseorang yang begitu baik dan sabar menghadapi semua sikapku. Aku merasa bodoh meninggalkannya demi kamu, sedang kamu memperlakukan aku sama seperti aku memperlakukan ia dahulu. Aku memberinya sakit begitupun denganmu, juga memberiku sakit seperti itu. Aku seperti melihat perbuatanku sendiri pada dirimu. Karma, menghampiri.

Kita telah lalui semuanya bersama, sakit demi sakit kurasakan karna ulahmu, karna ulahku. Aku dulu jalan denganmu berlalu di depannya, kan kamupun begitu, jalan berdua dengan wanita lain dan berlalu didepanku. Sungguh rasanya sakit seperti ditikam senjata sendiri. Aku pernah menduakannya, namun kini kau yang menduakanku, heeii... bukankah kau yang merebutku darinya? Lantas kenapa kau membuatku malah menderita. Kau yang menariku dari cinta itu, tapi kenapa kau malah memberiku luka?

Aku menyesali perbuatanku dulu, apakah aku masih pantas menerima cinta? Aku yang kuat bertahan untukmu bertahun lamanya, aku yang tegar menerima semua kecuranganmu dengan sabar. Dan kinipun aku masih ingin bertahan dikala orang tuamu meimilihnya dibandingkan aku. Lantas untuk apa perjuangan ini? Kamupun tak biasa memperuangkanku dihadapan mereka, lalu kenapa aku harus terus-terusan berjuang dan menahanmu untuk tetap disini? Sedangkan orang tuamu sudah memilih dia untuk um. Aku benar-benar tak bisa lagi berkata apa-apa. Aku ini seorang wanita, lantas mengapa aku yang seolah-olah mengemis cinta? Jangan menggangguku lagi, pergi.... pergilah dengannya untuk apa memanggilku, untuk apa membersamaiku sedangkan orang lain yang akan hidup denganmu?

Aku tahu, tak mudah untuk melupakan semua yang kita lakukan bertahun itu, tapi aku tak melihat kesungguhanmu untuk bisa mempertahankanku, semuanya tergantung pada orang tuamu, lantas mengapa tak berjuang saja meyakinkan orang tuamu? Jangan terus merayuku sedang yang mempersalahiku ianya orang tuamu sendiri. Pergilah, orang tua tidak akan mengecewakan anaknya, begitupun orang tuaku.

Request : Ar98

Karya : Raiz Muhammad

Comments

Popular posts from this blog

Batasku #2 end

            Dan benar saja, aku akhirnya tiba di batask, dimana perlakuanmu sungguh tak bisa aku tahan lagi, kekejaman macam apa yang berusaha kamu tunjukkan padaku? Sungguh inginkah kamu memperlihatkan kekejaman yang hewan sendiri mugnkin tak tega melakukan itu, tak sanggup melakukan itu. sunnguh sakit luar biasa sakit, bagaimana tidak disaat kamu menduakanku dengan tuduhan kearahku yang aku sendiri tak mampu menelan ludah saat mengetahui itu. ingin menangis rasanya saat aku menceritakan ini. Sunguh aku berada di tiitik terperih seumur hidupku. Perih sangat-sangat perih. Ketika kau menggoreskan tanganku dengan pecahan kata itu lalu kau siram tanganku dengan perasan kulit jeruk yang asamnya tak bisa ku bayangkan. Bisa kamu rasakan bagaimana rasanya? Ketikan air perasan asam itu jatuh di kulit masuk kedalam darah.. aarrghhhhhh membayangkannya saja sangat perih rasanya, bagaimana kalau kamu merasakannya senidir? Pasti lebih sakit d...

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...