Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Duduk disini, nanti aku datang


“Untuk sekarang aku pilih dia, nanti aku akan mencarimu setelah ceritaku dengan dia berakhir”. Kata terakhir yang kau ucap sebelum meninggalkanku, seolah menjadikan aku sebuah boneka yang kau titipkan di tempat antah barantah dan berkata “Kamu duduk disini dulu ya, nanti aku jemput kamu setelah bonekaku yang satu ini hilang” kamu tahu? Itu lebih menyakitkan dari pada aku harus menerima kenyataan bahwa kamu ga benar-benar cinta sama aku dan berterus terang memutuskan hubungan ini. Ini hati, bukan mainan untuk terus-terusan kau permainkan.

Hati ini remuk, hancur dan serasa dunia tak lagi memihakku, tak lagi melihatku. Kita yang bertahan lebih dari 5 tahun itu, kamu yang mencariku 5 tahun yang lalu di sudut parkiran sekolah yang seakan-akan tumpukan motor itu adalah tumpukan dedaunan kering layaknya taman tatkala musim gugur. Indahnya dunia saat bertemu mata denganmu, memandang dengan segenap jiwa, melelehkan hati yang sudah mengeras sekian lama.

Hubungan ini manis. Namun kita diberi ujian dengan tak bisa bertatap muka melepas dahaga rindu yang terus membara. Jarak membuat kita harus yakin dan percaya bahwa cinta bukan soal dimana aku dan dimana kamu, tapi dimana dan untuk siapa hatimu. Kenapa aku merasa LDR itu sangat sulit dilakukan? Sampai-sampai aku tak percaya aku harus melalui hari demi hari dengan tanpa kabar darimu. Sibuk? Iya, aku tahu kamu sibuk. Tapi apakah tak ada aku di 24 jam-mu itu? tak adakah 5 menit, 10 menit atau 20 menit untukku dalam 1 harimu? Aku coba untuk percaya, tapi aku ga bisa. Tolong, bukan hanya kita yang menjalani hubungan jarak jauh seperti ini tapi kenapa mereka bisa?

Kita akhirnya menyudahi hubungan yang mungkin sudah sejak lama ingin kau sudahi. tak adakah cintamu lagi untukku? Kamu datang dan pergi layaknya angin yang berhembus, datang di saat tak terpikirkan dan pergi disaat yang tak tersangkakan. Dan akhirnya kamu bersama dengan orang lain, orang yang mungkin selama ini kamu cari, yang bisa membuatmu lebih nyaman dari waktu yang bisa kita lalui dulu. Bahkan setelah kita tinggal di satu kota yang sama, kamu tetap saja tak punya waktu untukku, apakah tak ada waktumu beberapa jam dalam 1 bulanmu? Bahkan 1 tahunmu? Maaf aku terus-terusan menanyakan waktumu, Aku sungguh tak tahu kamu itu orang yang sesibuk apa, mungkin kamu lebih sibuk dari mereka yang selalu memperhatikan setiap detil hidup orang lain dengan menerka-nerka, lebih sibuk dari orang yang harus memikirkan nasib suatu bangsa. Atau kamu memang lebih sibuk dari itu? memikirkan galaxy? atau antariksa?

Sungguh beruntung ya... dia, dia memiliki kamu di saat kamu tidak sesibuk dulu lagi. Atau mungkin kamu yang berusaha untuk menyempatkan waktumu untuknya? Ooh... jangan-jangan selama ini kamu memang tidak sibuk sama sekali? Aahhh aku benar-benar bingung dengan ini semua, pun kalau kamu tak ingin membersamaiku kenapa harus bertahan selama itu denganku?

Aku sudah mencoba untuk melupakan semuanya tentangmu. Tapi kata-katamu waktu itu sungguh membuatku hancur sehancur-hancurnya aku. Apakah kamu tak punya rasa belas kasihan sebelum kamu lontarkan semua ucap jahat itu? adakah sedikit lidahmu tertahan saat melisankan itu? rasanya begitu menikmati sang lidah nurjana itu berucap tanpa memikirkan bahwa disini ada hati yang semakin melemah, ada tubuh yang bergetar mendengar semua ucapan yang binatang sendiri tak sanggup menelannya. Kamu malah seenaknnya pergi bersama dia dan berkata akan menjemputku kembali?  Jangan repot-repot untuk itu, aku ga akan pergi kemana-mana, karna hatiku tak ingin bersama pecundang cinta seperti kamu.
Request : Putri’99
Karya : Raiz Muhammad

Comments

Popular posts from this blog

Batasku #2 end

            Dan benar saja, aku akhirnya tiba di batask, dimana perlakuanmu sungguh tak bisa aku tahan lagi, kekejaman macam apa yang berusaha kamu tunjukkan padaku? Sungguh inginkah kamu memperlihatkan kekejaman yang hewan sendiri mugnkin tak tega melakukan itu, tak sanggup melakukan itu. sunnguh sakit luar biasa sakit, bagaimana tidak disaat kamu menduakanku dengan tuduhan kearahku yang aku sendiri tak mampu menelan ludah saat mengetahui itu. ingin menangis rasanya saat aku menceritakan ini. Sunguh aku berada di tiitik terperih seumur hidupku. Perih sangat-sangat perih. Ketika kau menggoreskan tanganku dengan pecahan kata itu lalu kau siram tanganku dengan perasan kulit jeruk yang asamnya tak bisa ku bayangkan. Bisa kamu rasakan bagaimana rasanya? Ketikan air perasan asam itu jatuh di kulit masuk kedalam darah.. aarrghhhhhh membayangkannya saja sangat perih rasanya, bagaimana kalau kamu merasakannya senidir? Pasti lebih sakit d...

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...