Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Putuskan, tinggalkan dan hentikan


Friendzone adalah kondisi dimana kita terjebak pada posisi berteman dengan perasaan itulah yang dikatakan teman kelasku. tapi aku tak punya perasaan dengannya dan aku nyaman membersamainya seperti ini. Teman-temanku banyak yang tidak setuju akan statement itu. Bagi mereka teman tidak hanya satu, lantas mengapa kamu jadikan seolah satu? Seolah ia punya hal spesial dihatimu. Tapi aku benar-benar tak punya perasaan apa-apa denganya. Huufffttt...

Oke, aku ingin cerita sedikit tentangnya, dulu kami pernah punya perasaan dan hubungan. Kami saling bertukar cerita dan cinta, layaknya sepasang kekasih pada umumnya, namun ada hal yang tak bisa kami hindari waktu itu, dan tak bisa mempertahankan apa yang mestinya dipertahankan yang pada akhirnya menghilangkan hubungan, lalu perasaan.

Kami tetap berteman baik, sampai sekarang. Aku senang adanya dia, dan diapun sebaliknya (harapku) tapi akupun tak tahu benar adanya. Hei... kamu tidak akan bisa mendapatkan siapapun jika dia masih membersamaimu dengan hubungan yang tak jelas itu. Putuskan, lanjut atau tinggalkan. Bagaimana mereka akan datang sedangkan kamu masih mempunyai bayangan yang melarang mereka masuk kedalam rumahmu? Kamu hanya akan membuang-buang waktu saja, itu hanya akan mengganggu kehidupanmu kini dan nanti.

Bukan saatnya lagi untuk bermain, sedang kamu sudah harus segera untuk menuju keseriusan. Pacaran untuk menkah atau menikah untuk pacaran? Hanya itu pilihanmu sekarang, opsi bermain-main sebelum menikah sudah tak berlaku lagi untukmu. Tegasku, putuskan tinggalkan dan hentikan. Silaturahmi bukan berarti harus chatingan ataupun telponan, cukup dengan tidak membencinnya itu saja sudah cukup. Untukmu dan masa depanmu.

Request : L94

Karya : Raiz Muhammad

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Batasku #2 end

            Dan benar saja, aku akhirnya tiba di batask, dimana perlakuanmu sungguh tak bisa aku tahan lagi, kekejaman macam apa yang berusaha kamu tunjukkan padaku? Sungguh inginkah kamu memperlihatkan kekejaman yang hewan sendiri mugnkin tak tega melakukan itu, tak sanggup melakukan itu. sunnguh sakit luar biasa sakit, bagaimana tidak disaat kamu menduakanku dengan tuduhan kearahku yang aku sendiri tak mampu menelan ludah saat mengetahui itu. ingin menangis rasanya saat aku menceritakan ini. Sunguh aku berada di tiitik terperih seumur hidupku. Perih sangat-sangat perih. Ketika kau menggoreskan tanganku dengan pecahan kata itu lalu kau siram tanganku dengan perasan kulit jeruk yang asamnya tak bisa ku bayangkan. Bisa kamu rasakan bagaimana rasanya? Ketikan air perasan asam itu jatuh di kulit masuk kedalam darah.. aarrghhhhhh membayangkannya saja sangat perih rasanya, bagaimana kalau kamu merasakannya senidir? Pasti lebih sakit d...

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...