Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Kamu itu seperti mereka, tak mendengarkan tapi menyimpulkan


            Jika kamu ingin menjauh, maka menjauhlah dengan tanpa memberi jejak dihati, dengan segala amarah yang kamu punya. Bukan aku takut kehilangan, tapi aku takut akan permusuhan. Jika seandainya kita memang diharuskan demikian, aku hanya ingin kamu mempercayai satu hal, bahwa aku tak pernah sekalipun membohongimu dengan cara apapun. Jadi tolong, jangan cabut mahkota (percaya) itu dari diriku. Karna sungguh tanpa itu, aku akan terus bersedih dalam kesedihan.

            Sikapmu mulai berubah semenjak kejadian itu, adakah kamu mengingatnya? Padahal jauh sebelum itu, kamulah yang berlari kearahku, tanpa aku suruh, tanpa aku panggil. Pun jika waktu itu, kamu tak berlari, aku tak akan tahu rasanya dikejar bukan? Lucu rasanya mengingat masa-masa itu, padahal temanku sangat tertarik akan semua yang ada di dirimu, seolah dia melihat semua keindahan yang kesemuanya tertuju kepadamu. Aku merasa kasihan akan kecupuannya itu, menganggap bahwa wanita tak mungkin mengungkapkan rasa pembuka kata, bolehkah aku bantu? Boleh ucapnya dengan segenap harap yang ia tanamkan. Sekali lagi aku katakan, bahwa kamu berlalri kearahku

            Bukannya harusnya kamu melirik pada orang yang meliirikmu juga? Hati tak bisa berbohong, ucapmu waktu itu, iya sama halnya dengan waktu, ia juga tak bisa berbohong. Karna waktulah, aku bisa mengenalmu, dan karna waktu juga aku bisa mengabaikanmu sebelum kembali pada akhirnya. Ada yang aneh pada matamu, membuatku selalu ingin memandanginya, akupun tak yakin apa, yang jelas itu menarikku jauh lebih dalam melihat mataku itu. tapi aku tak bisa mebersamaimu, lantas bagaimana dengan pemujamu yang lebih dulu itu? yang pada awalnya aku yang ingin membantunya untuk bisa memilikimu. Bukankah cinta itu jahat? Bukan, aku yang jahat cinta hanya tumbuh karna sikap kita masing-masing, jika aku tak mengambil sikap mengikuti hasratku, mungkin cinta itu takan terlahir bukan?

            Selang waktu berlalu, aku dan kamu yang dulunya menjadi Kita, kini berubah menjadi kamu dan aku. Kamu yang bahagia membersamainya, dan aku yang duduk disini menikmati luka. Jangan membenciku atas apa yang tidak aku lakukan, kenapa tidak kita selesaikan saja hati ke hati? Atau mulut ke mulut? Kamu hanya pergi, menjauh tanpa ada kata sedikitpun itu, kesalah pahamanmu itu, seolah hal yang paling kamu syukuri untuk dijadikan alasan menjauhiku. bukankah itu kurang adil untuk dirimu sendiri? Aku merasa kasihan padamu, kamu mencari alasan untuk meninggalkan, tanpa kamu tahu apa yang pernah kamu lakukan untuk mendapatkan.

            Sebuah penjelasan singkat, yang bahkan kamu tak ingin mendengarnya, atau mungkin memang kamu tak butuh penjelasan? Ya, aku faham sekarang, kamu itu seperti mereka, tak mendengarkan tapi menyimpulkan, menduga dan terus menerka-nerka. Hei.. sadarlah, semua itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri, keadaan hati yang semakin lama semakin memburuk jika kamu terus-terusan menanamkan cara itu. mungkin hanya hanya denganku saja, mungkin sudah banyak juga pohon yang kamu tebang hanya gara-gara satu ranting yang patah. Bangun lah, hidup tak melulu tentangmu saja, ada kata dan cerita yang harus kamu dengan dan fahami, bahwa matamu tak selalu menjelaskan apa yang ingin aku ucapkan dan jelaskan.

 

 

 

 

 

Comments

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Batasku #2 end

            Dan benar saja, aku akhirnya tiba di batask, dimana perlakuanmu sungguh tak bisa aku tahan lagi, kekejaman macam apa yang berusaha kamu tunjukkan padaku? Sungguh inginkah kamu memperlihatkan kekejaman yang hewan sendiri mugnkin tak tega melakukan itu, tak sanggup melakukan itu. sunnguh sakit luar biasa sakit, bagaimana tidak disaat kamu menduakanku dengan tuduhan kearahku yang aku sendiri tak mampu menelan ludah saat mengetahui itu. ingin menangis rasanya saat aku menceritakan ini. Sunguh aku berada di tiitik terperih seumur hidupku. Perih sangat-sangat perih. Ketika kau menggoreskan tanganku dengan pecahan kata itu lalu kau siram tanganku dengan perasan kulit jeruk yang asamnya tak bisa ku bayangkan. Bisa kamu rasakan bagaimana rasanya? Ketikan air perasan asam itu jatuh di kulit masuk kedalam darah.. aarrghhhhhh membayangkannya saja sangat perih rasanya, bagaimana kalau kamu merasakannya senidir? Pasti lebih sakit d...

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...