Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Aku berhenti berharap


wanita itu memandang kearah lelaki yang berada di ujung kelas yang tengah bising, berharap rasa yang dititipkan tak pernah missing, padahal wanita itu sudah lama mengenalnya dengan nama teman, tapi hari itu berbeda dengan timbulnya angan. Kadang, aku merasa kamu juga memandangku demikian, dan kadang aku justru tak merasa demikian. Sangat sulit untukku menerjemahkan engkau dengan nama rasa, mungkin karena kita sudah terbiasa dengan nama teman tersebut, makanya jika berdalih dengan nama rasa, sulit sekali untuk di cerna.

Ketahuilah, ketia ia yang kamu cinta adanya didepan mata, aku merasa ada hal aneh yang menimpa, entah itu cemburu atau hasrat ingin cepat-cepat berlalu, kenapa aku terlambat sadar, bahkan setelah cintamu terlanjur pudar, perubahanmu justru membuatku sulit untuk melupakanmu, walaupun aku tahu kau lebih memilih dia ketimbang aku. Mungkin salahku ketika aku menentangmu dengan ego ku, amarah yang ku peralat untuk menutupi semua rasa yang bukan sesaat. Aku cemburu dan aku benci, kujadikan alasan pertemananmu dengan mereka sebagai wadah untukku luapkan kekesalanku terhadapmu.

Aku ingin melupakanmu, tapi aku tak bisa begitu saja mengubur perasaan yang sudah lama aku rawat, bahkan tampa kau tau sedikitpun itu, perasaan yang ku pendam sendirian dengan kesunyian. Tapi setelah ku fikir dengan namamu yang telah terukir, maka aku putuskan untuk tak lagi menitip rasa kepadamu, karena begitu sakit rasanya terus-terusan diam dalam kelam, tampa adanya cahaya darimu, aku ini wanita, tak mungkin aku yang lebih dahulu mengutarakan itu kepadamu, yasudahlah, aku tak ingin membahas ini lagi, aku tak ingin memikirkan ini lagi, kuanggap enggau benar-benar tak ada rasa, sama sekali.

            Wanita itu lebih memilih berjalan dengan jalan yang diambilnya sendiri tampa mengharapkan rasa yang dulu pernah ia titipkan, sadarlah wahai hawa, bahwa kamu pantas diperjuangkan oleh lelaki manapun, bukan tak mungkin mereka yang diluar sana lebih mengharapkanmu dibandingkan dia, kamu hanya perlu membuka hati untuk meraka tampa harus engkau menerka-nerka seperti dahulu kala. Percayalah kamu lebih dari apa yang kamu sangka-sangka.


Request : RF98

Karya : Raiz

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Yang dulunya aku sebut cinta #1

Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya. Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta? Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu. Semenjak awal kita sebenarnya sudah dib...