Malam itu, aku
bercerita dengan seniorku, tentangmu yang selalu membuat dadaku menggebu-gebu.
Seorang wanita yang berhasil merampas segenap cinta yang ada, mengalihkan
pandanganku terhadap siapa saja, menjadikannya setia memandang parasmu saja.
Kamu tahu? Apa yang selalu ingin aku capai saat ini? Yaa, aku ingin mencapai
cinta yang sulit aku gapai itu. Bukan cinta sesaat yang aku rasakan, bukan pula
cinta yang baru ku pertahankan, tapi jauh sebelum seseorang itu mengutarakan.
Aku kalah cepat
darinya waktu itu, ketika aku sibuk meyakinkan hati, memberanikan diri dan
menunggu waktu yang pantas, lantas ia dengan tegas menyatakan cinta. Aku kalah
cepat waktu itu, dia yang lebih dulu membuatmu nyaman dengan sejuta angan, yang
aku sendiri tak tahu wujud keberadannya sebelum ini. Aku menyimpan semua rasa
kecewa itu dengan tetap mempertahankan cinta.
Aku yang keras
kepala menunggumu, memendam semua rasa dengan bermodalkan percaya. Kini, aku
kembali dengan rasa yang dulu pernah ada, dengan rasa yang ku simpan begitu
lama. tapi, aku bingung dengan posisiku sekarang, aku takut jika engkau tak
bisa menerimaku, aku takut setelah ku utarakan perasaan ini, engkau malah
menjauhi. Namun aku bertekad, biar apapun nanti, biarlah menjadi arti yang
takan ku sesali.
Request By : IFR99
Karya : Raiz

Comments
Post a Comment