Maukah engkau menunggu dalam keheningan? Menghangatkannya
dengan segala doa dan pengharapan, memeluknya dengan kepercayaan. Maukah engkau
bersabar dalam kesendirian? Dibalik sunyi yang menemani, seperti nun jauh
disana, engkau sulit ku gapai dengan angan sahaja, tak mampu tanganku hadir
membelai rambutmu bak benang sutra itu, tak mampu tanganku mengusap air matamu
nan berharga itu, dan tak mampu memeluk tubuhmu nan lemah akan dunia itu.
Selalu ku kirimkan doa melalui sepertiga malamku, dikala banyaknya pasang mata
yang terlelap, aku diam-diam bangun dan mendoakanmu.
Maukah engkau berdiri tegap dalam penantian? Yang akupun tak
tahu entah sampai kapan, berdoalah kepada yang maha kuasa, yang maha cinta,
pemilik segala cinta, moga dipertemukan-Nya kita dalam pertemuan yang sudah
ditetapkan, dalam indahnya sebuah penantian.
Maukah engkah menjaga hatimu untukku? Seperti nun jauh
disana, tak bisa ku tahu apa yang tengah dikau lakukan, sangat sulit mataku
untuk melihatmu jauh disana. Tugasku, saat ini bukanlah menjagamu, namun
memantaskan diri untukmu, memantaskan diri untuk hadir dalam pertemuan yang di
pertemukan denganmu kelak, dan akupun percaya, kamu juga sedang memantaskan
diri untuk semua itu.
Untukmu, nun yang jauh disana, aku menunggu dengan sejuta
cerita.

Comments
Post a Comment