Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Salahku karna tak memahami mereka






Megertilah, aku baik-baik saja saat menceritakan ini padamu, bukan bermaksud mengingat hal yang telah lama kita sudahi, namun aku hanya tak bisa terus-terusan memikirkannya seorang diri. kamu begitu baik padaku, kamu membantuku disaat aku benar-benar butuh. bukan kah aku yang kejam? Meninggalkanmu, bahkan disaat semua yang sudah kita jalani bersama, bahkan disaat kau kehilangan orang terhebat dalam hidupmu, yaitu orang yang membesarkanmu. Aku lantas pergi dengan memutuskan hubungan yang kita jalin dulu, meski tak tampak jika dibaca, namun nyata bila dirasa. kamu sudah seperti sahabat bagiku, kamu juga seperti kakak untukku, dan aku terlanjur mencintaimu.

Jika kamu beranggapan aku yang kejam, sadarlah, bukan mudah untukku merelakan hati kepada seseorang lalu kutarik kembali ketika aku benar-benar sudah nyaman.  aku harus resign dalam dunia kerja, dan aku juga resign dari dunia cinta. Kamu sempat meyakinkanku tentang hubungan ini, tapi aku sudah mencobanya, aku juga sudah coba untuk membuat mereka yakin. kamu tahu? Semuanya tak lagi dalam genggamanku. Aku bertanya kepada sang Pencipta, yang maha cinta pemilik segala cinta, bahwa mereka lebih dari sesiapa, kita tak mungkin meninggalkan orang yang sudah bertaruh nyawa demi kebahagiaan kita, karna restu mereka juga kunci untuk bahagia.

Maaf, bukan salah meraka memutuskan hubungan kita, tapi aku yang tak berbincang dengan meraka sebelum memulai cerita cinta, aku yang seharusnya memahami bagaimana mereka. tentu orang tua tak ingin anaknya tak bahagia diluar sana, tapi, ma.. tak perlu repot-repot mencarikanku jodoh, aku hanya akan menerima orang yang datang dan menyembuhkan luka yang membara, bukan karna dipaksa. tuhan pasti sedang menyiapkanku cerita yang lebih indah, yakinlah bahwa tuhan tidak pernah tidur.

Seorang wanita yang menangis beberapa hari itu, meluapkan segala kekecewaan, kekesalan dan penyesalan. Ia menangis bukan karna ia lemah, tapi ia menangis bukti dari pasrah, namun bukan berarti menyerah karna harus berpisah. Orang yang terlihat bahagia diluar, ternyata menyimpan sejuta duka. aku baru menyadari, bahwa cerita cinta memang penuh dengan tanda tanya, sesiapapun bisa merasakan kecewa dan bisa merasakan bahagia tanpa harus terlena dan terjerumus. Bangkitlah, wahai wanita yang indah, kamu sedang dipandang dari kejauhan, maka persiapkanlah dirimu untuk dipertemukan.

 Request : A’94

Karya : Raiz
 
 

Comments

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Yang dulunya aku sebut cinta #1

Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya. Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta? Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu. Semenjak awal kita sebenarnya sudah dib...