Berada di
antara dua pilihan, dua hati yang perlahan mendekat, secara bersamaan, sungguh
merupakan hal yang sangat membingungkan. Pria yang sudah lama mengejarku, namun
entah mengapa aku tak sedikitpun menaruh hati padanya, tapi aku sungguh kagum
dengan perjuangannya. Pria lainya, sudah menjadi milik orang lain, namun ada
rasa yang berbeda jika dekat dengannya, ia memberiku waktu untuk menyelesaikan
masalah itu pada pasangannya untuku. Bukankah cinta itu kejam? Ketika ego mulai
menguasai berdalihkan atas nama cinta, semuanya dilakukan demi cinta, tak mahu
tahu siapa yang terluka dan siapa yang tersiksa.
Padahal aku
pernah di posisi wanita itu, wanita yang akan ditinggalkan pria itu demi aku,
lalu apakah ini sebuah dendamku untuk pria yang dulu meninggalkanku? Tapi
mengapa aku harus membalasnya dengan wanita lain? dia salah apa padaku? Sungguh
aku tak mampu lagi berfikir jernih akan hal ini.
Padahal aku sendiri
tau, jika aku memilih pria ini, yang meninggalkan kekasihnya demi aku, ia akan
pergi pula untuk wanita lain suatu hari nanti, tapi aku memungkiri itu, aku
sungguh tak ingin mengetahui itu, aku hanya ingin merasakan cinta yang timbul
walau bukan ditanah yang tepat. Sadarkan aku jika itu jalan yang buruk,
keserakahan cinta yang ku rebut begitu saja dari wanita lain, aku ini wanita,
dan aku juga pernah merasakan itu, dan akupun tau persis rasanya ketika orang
yang kita cintai pergi untuk mengejar wanita lain, tapi mengapa aku bersikeras
untuk merebutmu?
Aku tak mungkin
menerima pria yang satunya, walaupun ia berjuang dengan sungguh, tapi aku takut
malah membuatnya sakit setelah berjalan sekian waktu, karna hatiku tak mampu
menerima cinta darinya, bahkan tak mampu mengembalikannya dengan indah.
Maafkanlah hati yang begitu bimbang, fikiran yang tak lagi jernih.
Cinta bukanlah
satu-satunya yang harus kita kejar dengan tanpa mempedulikan hal lain, ada
banyak pasang hati yang terluka, kecewa dan menangis hanya karna kita hanya
mengikuti cinta belaka. Ada yang menyesal memilih cinta dan mencari cinta yang
lain, ada pula yang serakah dengan memadu cinta sebanyak mungkin. Memang benar
cinta tak bisa dipersalahi, tapi kitalah yang salah menafsirkannya, salah mengartikan
bahwa cinta bukanlah untuk membuat orang lain tersiksa, tapi cinta harusnya
membuat kita bahagia dan orang lain tanpa luka.
Request : ID98
Karya : Raiz

Comments
Post a Comment