Aku sudah kenal
kamu sejak lama, baik buruknya kamu dan semua hal tentangmu. Semanya kita
jalanin bersama dulu. Tapi ada saat aku ingin sendiri, kenapa? Apkah karna
bosan, atau apa? Rasanya semuanya percuma saja kita jalani, ada sesuatu yang
tidak mengenakkan hatiku. Aku harap kamu bisa melupakanku, demi kamu dan orang
tuaku.
Bertahun kita
berstatus dengan tanpa restu, apalagi yang harus kita perjuangkan? Oke.. aku
turuti maumu, aku jalananin sesuai dengan kemauanmu, meyakinkanku bahwa
hubungan ini akan baik-baik saja. Setelah hubungan dekat kita menjadi hubungan
jarak jauh, kamu berubah. Seorang yang aku kenal dulu berubah menjadi sangat
posesif dan protektif. Dengan segala keselah pahamanmu itu, kita akhirnya
memutuskan untuk berhenti.
Lalu kenapa
kamu datang setelah aku sudah nyaman dengan kesendirian ini? Dan ketika
kedekatan kita dijalani dengan tanpa status, berjalan seperti angin yang tak
tahu ingin kemana berhembus. Kamu tiba-tiba bertanya pertanyaan yang aku
sendiri tak mampu untuk menjawabnya. Apakah aku salah dengan menggantungkan
perasaanmu? Aku hanya tak ingin kamu lebih sakit ketika hubungan kita jauh
lebih dalam dari ini, dan kita harus berpisah hanya karna restu yang tak kita
miliki. Lupakan aku, lupakan kenangan kita, kamu bisa saja mendapatkan wanita
yang jauh lebih baik dari aku diluar sana, kamu bisa saja meraih bahagia jauh
lebih tinggi dari aku.
Bukannya aku
tak ingin membersamaimu, tapi aku tak ingi mengecewakan orang tuaku, aku tak
ingin melawan mereka hanya karna ego dan cinta. Aku juga sakit ketika kita
harus berpisah dan memutuskan untuk berhenti, tapi apakah tidak lebih sakit
lagi jika kita berjalan lebih jauh? Melompat jauh lebih tinggi? Atau berenang
jauh lebih dalam lagi? Aku mohon kamu mengerti aku, karna aku melakukan ini
sebagai wujud pengertianku padamu.
Request : A.andr’00
Karya : Raiz Muhammad

Comments
Post a Comment