Kamu adalah
orang yang dikirimkan tuhan untukku, setelah apa yang aku lalui, kamupun datang
menenangkan kesedihan dan menghangatkan kesunyian. Setelah apa yang aku rasakan
pada cinta yang tak berpihak sama sekali, setelah bertahun aku mengejar
seseorang yang tak pernah sedikitpun menoleh kearahku.
Boleh aku
panggil kamu mentari? Sebab kamu ianya sinar kehangatan yang datang setelah
berlalunya kegelapan yang sangat mengerikan. Mentari, aku pernah suka sama
seseorang yang ternyata tak pernah menganggapku ada, aku terjebak pada hubungan
friendzonenya dia, setelah aku berjuang mati-matian untuknya, malah tak dipandang
sedikitpun olehnya. Betapa aku berfikir bahwa dengan menunggu dan bersabar, aku
bisa mendapatkan cinta darinya. Namun semua penantian itu sia-sia
Setelah semua
yang ku rasakan kamupun datang menutupi lubang dihati ini, membuatnya seperti
tak pernah merasakan luka dan duka sebelumnya, seakan aku lupa bahwa aku pernah
merasakan semua duka dimasalalu. Engkau bagai setitik embun, menyejukan,
mengikhlaskan. Semua yang pernah terjadi dimasa itu, kini telah ku ikhlaskan
sepenuh hati. Mentari.. aku tak dendam dengannya, aku tak marah apalagi membencinya,
kujadikan dia sebagai guru dalam kehidupan cintaku, kuadikan ia sebagai
pengalaman paling berharga. Mentari... cinta itu tidak bisa dipaksa, ketika
ianya tak bisa memandang kearahku, harusnya aku sadar dan cepat-cepat pergi
dari sana. Bukan aku yang tak berjuang, tapi aku sudah lebih dulu berjuang sebelum
aku terbuang.
Aku sangat
bersyukur mentari, karna hatiku memilih hati yang lebih indah dari sesiapapun, karna
hatiku memilih hati yang lebih tulus dari sekedar pengharapan yang ia berikan. Harapku
engkau selalu berdiri tegap, engkau kan selalu setia, memperlihatkan kepadaku
cinta yang sesungguhnya, pun aku juga akan melakukan hal sebaliknya. Kalau
boleh aku meminta, izinkan aku ditakdirkan untukmu, izinkan aku menjadi
pilihanmu, pilihan hatimu, karna kamu adalah orang yang dikirimkan tuhan
untukku, ditakdirkan tuhan bersamaku.
Request : IFR99
Karya : Raiz Muhammad

Comments
Post a Comment