Friendzone
adalah kondisi dimana kita terjebak pada posisi berteman dengan perasaan itulah
yang dikatakan teman kelasku. tapi aku tak punya perasaan dengannya dan aku
nyaman membersamainya seperti ini. Teman-temanku banyak yang tidak setuju akan statement
itu. Bagi mereka teman tidak hanya satu, lantas mengapa kamu jadikan seolah
satu? Seolah ia punya hal spesial dihatimu. Tapi aku benar-benar tak punya
perasaan apa-apa denganya. Huufffttt...
Oke, aku ingin
cerita sedikit tentangnya, dulu kami pernah punya perasaan dan hubungan. Kami
saling bertukar cerita dan cinta, layaknya sepasang kekasih pada umumnya, namun
ada hal yang tak bisa kami hindari waktu itu, dan tak bisa mempertahankan apa
yang mestinya dipertahankan yang pada akhirnya menghilangkan hubungan, lalu
perasaan.
Kami tetap
berteman baik, sampai sekarang. Aku senang adanya dia, dan diapun sebaliknya
(harapku) tapi akupun tak tahu benar adanya. Hei... kamu tidak akan bisa
mendapatkan siapapun jika dia masih membersamaimu dengan hubungan yang tak
jelas itu. Putuskan, lanjut atau tinggalkan. Bagaimana mereka akan datang
sedangkan kamu masih mempunyai bayangan yang melarang mereka masuk kedalam rumahmu?
Kamu hanya akan membuang-buang waktu saja, itu hanya akan mengganggu
kehidupanmu kini dan nanti.
Bukan saatnya
lagi untuk bermain, sedang kamu sudah harus segera untuk menuju keseriusan.
Pacaran untuk menkah atau menikah untuk pacaran? Hanya itu pilihanmu sekarang,
opsi bermain-main sebelum menikah sudah tak berlaku lagi untukmu. Tegasku,
putuskan tinggalkan dan hentikan. Silaturahmi bukan berarti harus chatingan
ataupun telponan, cukup dengan tidak membencinnya itu saja sudah cukup. Untukmu
dan masa depanmu.
Request : L94
Karya : Raiz Muhammad

Comments
Post a Comment