Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Tak mungkin sekarang bukan? tapi kapan?


Apakah aku terlalu dingin untuk sebuah kehangatan yang kamu inginkan? Seperti hujan yang tak lagi menghadirkan kesejukan hati yang aku sendiri tak mengerti arti sebuah nafas rindu yang kamu ingini. Setumpuk kasih yang tak lagi aku miliki, bahkan jauh sebelum keadaan yang membuat aku serba salah untuk semua itu, entah karna aku terlalu egois mempertahankanmu atau aku yang terlalu kaku untuk semua cinta yang kamu miliki. Sedang aku tak lagi disini.

Sebuah cinta yang berjalan begitu saja, namun aku tak merasakan bahwa kamu benar-benar peduli. bahkan sabarmu malah membuatku berfikir sebaliknya, padahal semua yang kamu lakukan adalah baik. Tidak, aku tak merasa demikian. Entah mengapa rasanya hubungan ini terasa hampa tanpa adanya masalah yang kita hadapi, bagaimana mungkin aku akan bisa belajar menghargaimu sedang kamu tak pernah mempersalahkan apapun yang aku lakukan?

Kenapa aku tak bersedih setelah kita memutuskan untuk berpisah? Malah air mata ini mengalir begitu derasnya saat kamu bersama yang lain? bukankah aku yang egois? Disaat aku rela kita bukan siapa-siapa, malah tak ingin kamu dimiliki siapa-siapa.

Setelah semua itu berlalu, kamu kembali mendekatiku, memang ya, mulut laki-laki paling bisa membuat hati wanita itu meleleh. Membuat aku melupakan kesedihan yang aku rasakan sebelumnya. Tapi lagi-lagi aku merasakan ketidak nyamanan dengan hubungan ini, mungkin sebuah kebosanan dengan itu-itu aja yang terjadi, tak pernah ada masalah dan tak pernah ada moment spesial juga.

Namun kini, lain situasi dan lain keadaan, aku tak mungkin meninggalkanmu dengan keadaanmu yang sekarang. Sungguh jahat sekali hati ini meninggalkanmu saat kamu benar-benar butuh alasan untuk bertahan. Aku tak ingin dianggap meninggalkanmu karna keadaanmu, hanya itu. kuatlah kamu, bertahanlah untuk dirimu sendiri, jangan mengingatku, karna aku tak mungkin bisa menjadi apa yang kamu inginkan, aku tak mungkin menjadi apa yang kamu idam-idamkan. Aku tak mungkin membuatmu merasa kosong, pun jika aku bilang “jika kita berjodoh, mungkin kita akan dipertemukan dikemudian” itu tak akan membuatmu merasa lebih baik bukan?

Aku ingin tegas dengan apa yang aku rasakan, tak mungkin sekarang bukan? Tapi kapan? Hmmm

Raiz Muhammad | Rp.98

Comments

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Yang dulunya aku sebut cinta #1

Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya. Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta? Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu. Semenjak awal kita sebenarnya sudah dib...