Cerita kali ini
berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya, masih berhubungan dengan sesuatu yang
tak terlihat, namun kali ini bukan masalah perasaan dan cinta, tapi masalah
mereka yang berada di alam sana. Betapapun aku tak mengganggu tapi mereka
selalu masuk kedalam mimpiku setiap malam.
Ada apa
denganku? Mengapa mengusik hidupku? 10 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk
merasakan ketakutan yang mendalam, bahkan setiap tidurku seperti aku sedang
berada didunia mereka. Jika tidur untuk istirahat, maka tidurku malah menjadi
tempatku menguras fikiran dan keringat. Aku capek, telah dengan keadaan ini. Apakah
aku pernah melakukan kesalahan dimasa lalu? Atau para leluhurku yang menitipkan
ini untukku? Yang jelas aku tak menginginkannya samasekali.
Pernahkah
kalian merasa bahwa kalian bermimpi, namun kalian sadar jika kalian sedang
berada disana. Teriak ketakutan, bangun... bangun... kamu harus bangun, ini
begitu menyeramkan, bangun..... saat mereka mengejarku dengan puluhan makhluk
itu, aku berlari sampai terpojok ditepi jurang yang dibawahnya ada sungai yang mengalir
sangat deras. pikirku, aku sedang bermimpi kenapa tak loncat saja kejurang itu?
sebangun dari mimpi itu, keringat sudah membasahi tubuhku seperti aku yang
bermandian dengan air sungai itu.
Tak berhenti
sampai disitu, mimpi-mimpi itu terus berlanjut sampai aku duduk di kelas 1 SMA,
banyak kejadian aneh yang aku alami, tapi aku tak ingin mengingatnya, aku
terlalu takut untuk itu semua. Aku terbangun dari tidurku, aku mengusap-usap
mataku. “kok ada yang putih-putih ya disana?” dalam hatiku. “astagfirullah, itu
kan .... kun... kuntilanak...” ia tek bergerak tetap menatap kecermin.
Menatapku dari cermin itu, aku memberanikan diri mengambil sapu, dan
melemparnya dengan sekuat tenaga yang kupunya. Aaaaaaaaaaaarrrggghhhhh..... ia
berteriak sekena dari lembaranku dan tubuhnya hancur lebur seperti kaca yang
pecah berserakan. Aaahhh... ternyata aku cuma mimpi, bagaimana mungkin aku
bangun dari mimpi namun masih masuk kedalam mimpi yang lain.
Saat aku dan
teman-temanu ingin mengunjungi rumah guruku yang berada di pedesaan
pernbukitan, aku segera mengganti bajuku selepas sekolah, dengan teman-temanku
yang sudah menungguku diluar rumah, “eh... ini kayak kuntilanak yang kemaren
deh” karna sudah pernah mengalami ini, akupun melakukan hal yang sama dengan
melemparnya dengan sapu, “iiiiiiiiii hihihihiiiiiiii.... mau kemana?” sambil ia
memutar kepalanya melihatku dengan bola mata yang melolot dan senyum yang
menyeramkan. Akupun lari keluar rumah menghampiri teman-temanku.
“ada
apasih? Kok ketakuan begitu?”
“ga
kok, santai aja”
“yaudah
sini masuk”
Aku menghela
nafas sepanjang jalan, akhirnya aku bisa kabur dari kuntilanak itu, tapi....
aku merasa ada yang aneh dikursi belakang, akupun melihat kebelakang,
“iiii
itu... kenapa ikut kita?”
“itu
apa?”
“kalian
ga lihat ada itu dibelakang?”“itu apa? Jangan aneh-aneh deh”
Kenapa yang
lain ga bisa liat sih? Kenapa cuman aku? Hmmm.. aku memutuskan untuk diam saja,
supaya mereka tidak panik dan takut. Tapi mereka terus-terusan memandangiku
dari belakang. Matanya yang memerah terang seperti terbakar, wajahnya yang
pucat seperti orang yang akan meninggal, “eh? Kan dia hantu, emang udah
meninggal ya hehe...” aku menahan semua ketakutanku selama perjalanan berhaap
dia cepat pergi dari sana.
“Assalamu’alaikum
bu..”
“wa’alaikumsalam,
eh anak-anak udah pada dateng, sini masuk..”
Teman-temanku
masuk kedalam rumah, sedangkan aku masih diluar dan berdiri keheranan, rasanya
aku mendengar suara orang minta tolong dari atas bukit itu.
“tolooong...
toloooong...”
Suaranya semakin jelas, semakin
membuatku ingin melihatnya...... “tolong kami.....”
Aku ketakutan, tapi aku tak bisa menahan langkah kakiku yang mengikuti arah suara itu, “jangan... jangan kesana” teriak hatiku melarangku untuk mendekatinya.
Yang ku lihat, beberapa
temanku yang tadinya sudah masuk kerumah, sudah berlumuran darah, berjatuhan
dari bukit itu, keadaan mereka mengerikan, seolah sedang diserang hewan buas,
aku tak kuat melihat keadaan mereka, apa yang menyerang mereka?
“tolong.....
tolong.....” aku sungguh tak tahan melihat itu, semakin mendekat saja mereka
kearahku, lalu memegang kakiku... aarrhhhgggg....
Akupun
terbangun dari mimpiku, capek rasanya menghadapi ini selama bertahun-tahun,
selalu melihat mereka yang tak ingin ku lihat dalam mimpiku, tempat gelap
menjadi tempat yang paling ku takuti dan tempat yang paling ku sukai, ada apa
dalam diriku ini? Adakah kalian mengetahuinya? Tolong bantu aku L

Comments
Post a Comment