Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Bantu aku :'(


Cerita kali ini berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya, masih berhubungan dengan sesuatu yang tak terlihat, namun kali ini bukan masalah perasaan dan cinta, tapi masalah mereka yang berada di alam sana. Betapapun aku tak mengganggu tapi mereka selalu masuk kedalam mimpiku setiap malam.

Ada apa denganku? Mengapa mengusik hidupku? 10 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk merasakan ketakutan yang mendalam, bahkan setiap tidurku seperti aku sedang berada didunia mereka. Jika tidur untuk istirahat, maka tidurku malah menjadi tempatku menguras fikiran dan keringat. Aku capek, telah dengan keadaan ini. Apakah aku pernah melakukan kesalahan dimasa lalu? Atau para leluhurku yang menitipkan ini untukku? Yang jelas aku tak menginginkannya samasekali.

Pernahkah kalian merasa bahwa kalian bermimpi, namun kalian sadar jika kalian sedang berada disana. Teriak ketakutan, bangun... bangun... kamu harus bangun, ini begitu menyeramkan, bangun..... saat mereka mengejarku dengan puluhan makhluk itu, aku berlari sampai terpojok ditepi jurang yang dibawahnya ada sungai yang mengalir sangat deras. pikirku, aku sedang bermimpi kenapa tak loncat saja kejurang itu? sebangun dari mimpi itu, keringat sudah membasahi tubuhku seperti aku yang bermandian dengan air sungai itu.

Tak berhenti sampai disitu, mimpi-mimpi itu terus berlanjut sampai aku duduk di kelas 1 SMA, banyak kejadian aneh yang aku alami, tapi aku tak ingin mengingatnya, aku terlalu takut untuk itu semua. Aku terbangun dari tidurku, aku mengusap-usap mataku. “kok ada yang putih-putih ya disana?” dalam hatiku. “astagfirullah, itu kan .... kun... kuntilanak...” ia tek bergerak tetap menatap kecermin. Menatapku dari cermin itu, aku memberanikan diri mengambil sapu, dan melemparnya dengan sekuat tenaga yang kupunya. Aaaaaaaaaaaarrrggghhhhh..... ia berteriak sekena dari lembaranku dan tubuhnya hancur lebur seperti kaca yang pecah berserakan. Aaahhh... ternyata aku cuma mimpi, bagaimana mungkin aku bangun dari mimpi namun masih masuk kedalam mimpi yang lain.

Saat aku dan teman-temanu ingin mengunjungi rumah guruku yang berada di pedesaan pernbukitan, aku segera mengganti bajuku selepas sekolah, dengan teman-temanku yang sudah menungguku diluar rumah, “eh... ini kayak kuntilanak yang kemaren deh” karna sudah pernah mengalami ini, akupun melakukan hal yang sama dengan melemparnya dengan sapu, “iiiiiiiiii hihihihiiiiiiii.... mau kemana?” sambil ia memutar kepalanya melihatku dengan bola mata yang melolot dan senyum yang menyeramkan. Akupun lari keluar rumah menghampiri teman-temanku.

            “ada apasih? Kok ketakuan begitu?” 
            “ga kok, santai aja”
            “yaudah sini masuk”

Aku menghela nafas sepanjang jalan, akhirnya aku bisa kabur dari kuntilanak itu, tapi.... aku merasa ada yang aneh dikursi belakang, akupun melihat kebelakang,

            “iiii itu... kenapa ikut kita?”
            “itu apa?”
            “kalian ga lihat ada itu dibelakang?”
            “itu apa? Jangan aneh-aneh deh”

Kenapa yang lain ga bisa liat sih? Kenapa cuman aku? Hmmm.. aku memutuskan untuk diam saja, supaya mereka tidak panik dan takut. Tapi mereka terus-terusan memandangiku dari belakang. Matanya yang memerah terang seperti terbakar, wajahnya yang pucat seperti orang yang akan meninggal, “eh? Kan dia hantu, emang udah meninggal ya hehe...” aku menahan semua ketakutanku selama perjalanan berhaap dia cepat pergi dari sana.

            “Assalamu’alaikum bu..”
            “wa’alaikumsalam, eh anak-anak udah pada dateng, sini masuk..”

Teman-temanku masuk kedalam rumah, sedangkan aku masih diluar dan berdiri keheranan, rasanya aku mendengar suara orang minta tolong dari atas bukit itu.

            “tolooong... toloooong...”
Suaranya semakin jelas, semakin membuatku ingin melihatnya......
            “tolong kami.....”
            Aku ketakutan, tapi aku tak bisa menahan langkah kakiku yang mengikuti arah suara itu, “jangan... jangan kesana” teriak hatiku melarangku untuk mendekatinya.

Yang ku lihat, beberapa temanku yang tadinya sudah masuk kerumah, sudah berlumuran darah, berjatuhan dari bukit itu, keadaan mereka mengerikan, seolah sedang diserang hewan buas, aku tak kuat melihat keadaan mereka, apa yang menyerang mereka?

“tolong..... tolong.....” aku sungguh tak tahan melihat itu, semakin mendekat saja mereka kearahku, lalu memegang kakiku... aarrhhhgggg....

Akupun terbangun dari mimpiku, capek rasanya menghadapi ini selama bertahun-tahun, selalu melihat mereka yang tak ingin ku lihat dalam mimpiku, tempat gelap menjadi tempat yang paling ku takuti dan tempat yang paling ku sukai, ada apa dalam diriku ini? Adakah kalian mengetahuinya? Tolong bantu aku L

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Yang dulunya aku sebut cinta #1

Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya. Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta? Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu. Semenjak awal kita sebenarnya sudah dib...