Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Mencintaimu, tidaklah salah


            Dan pada akhirnya, kamu hanya jadi khalayan yang tak pernah aku wujudkan, tersimpan jauh didalam kenangan kebahagiaan yang pernah aku miliki, bukan memilikimu, tapi memiliki rasa terhadapmu. Bahagia yang aku rasakan bukan bahagia karnamu, tapi bahagia karna mencintaimu, memandangmu, salah tingkah bertemu kamu walaupun sebenarnya kamu hanya berjalan tanpa memandangku, dan lagi, jantungku berdegub kencang saat melihat senyummu, seolah aku sedang memandangi indahnya dunia seisinya, semua keindahan itu, ada pada senyummu.

            Aku senang kamu anggap teman, bukan seorang yang kamu spesialkan, pun jika aku paksankan mungkin kamu sudah menjadi orang yang ingin aku lupakan, pasalnya kamu bukanlah orang yang mencinta karna dicinta, namun mencari dan menemukannya. Kamu pernah bertanya padaku waktu itu, dikala hati tak karuan menggandeng kebahagiaan tiada tara, bermain difikiran yang kesemuaannya adalah kamu. “bagaimana mungkin kamu bisa menyukaiku?” tanyamu. Aku ingin jawab apa? Aku tak mungkin memberitahukanmu semua hal yang aku rasakan karnamu, tapi ini kesempatanku mengungkapkan tanpa harus memulai bukan? “aku tak lagi memiliki rasa itu, pun jika aku bercerita tentangmu, bukan berarti rasa yang dulu masih ada” jawabku dengan kebohongan yang aku licikkan.

            Disudut kantin kampus waktu itu, aku memandangi satu orang lelaki yang kelihatannya dia sangat menikmati hidangannya dengan kesendirian itu, kenapa orang sepertimu berkesendirian diasana? Bolehkah aku menemanimu sebentar saja? Ada tradisi dikampusku, ketika bertemu dengan meraka yang sudah lebih dulu hidup dikampusku harusnya menyapa dan memberi salam. Kamu tahu? Kedongkolan itu membuatku muak akan segala aturan itu, tapi aku selalu ingin menyapamu entah kenapa. Sapaku berbalas senyummu, membuatku semakin tak bisa memalingkanku dari wajahmu. Sudahlah terlalu gila jika aku terus-terusan memuja seperti ini.

            Bolehkah aku mengabadikan wajahmu dengan wajahmu dalam sebuah foto? Tentu saja boleh dalam opiniku haha, saat itu setelah selesai acara training mahasiswa disatu petang, banyak sekali yang berfoto denganmu, satu persatu mereka mulai mendekat kearahmu untuk bisa berpose dengamu. Bukankah aku yang lebih dulu bertanya padamu? Yaaa.. walaupun aku hanya bertanya dalam hati. Aku berdiri tak jauh dari tempatmu berfotoria dengan mereka, sesekali kamu memandang kearahku yang tengah gelisah bertanya-tanya kapan giliranku untuk bisa? dan sepertinya kamu mengerti kondisiku waktu itu.

            Yeeeeeyyyy aku dapat, walaupun cuman sebentar dengan sedikti pose pada foto itu, pun tak mengapa yang penting aku bisa melihatmu bersampingan dengan wajahku. Kamu tahu? Kala itu, semua pic di ponselku berubah secara tiba-tiba, wallpaper yang dulunya hanya gambaran kosongnya kehidupan kini berubah menajdi sebuah kenangan dan pengharapan, sebuah senyuman yang membuat aku terus-terusan berbahagia untukmu. Kamu tahu apa yang paling aku benci dari sebuah pengharapan? Ketika aku tahu semua harapan itu tak pernah nyata, tak pernah ada. Aku benci kamu, aku malu dengan diriku sendiri, aku sedih dengan keadaanku ini, bisa-bisanya kamu bersembunyi dalam kesendirian yang ternyata kamu sudah membersamai wanita lain. kenapa kamu tak membiarkan aku mengagumimu secara tenang?

            Kamu akhirnya mengetahui perasaanku saat kamu sudah tak lagi bersama dia yang disampingmu dulu, dan disitulah saat kamu bertanya kepadaku tentang perasaanku. Dan pada akhirnya aku sungguh tenang mendengar jawabanmu, bahwa mencintai itu tidaklah salah, hanya saja kita yang sering kali menyalahkan cinta ketika ia tumbuh pada raga yang tak menghasilkan bunga untukmu, pun jika kamu memberi tentu kamu tak ingin mengharapkan imbalan bukan? Dan itulah yang dinamakan keikhlasan, atau ketika kamu memberi tak mesti orang yang sama yang akan membalasmu bukan? Menjadi seperti ini, sudah lebih cukup bagiku, bersamamu yang tak kenal kata mantan, seorang teman yang bukan berujung lawan.

Raiz Muhammad | IRF14

 

 

 

 

Comments

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    ReplyDelete
  2. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Yang dulunya aku sebut cinta #1

Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya. Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta? Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu. Semenjak awal kita sebenarnya sudah dib...