Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Mengejarmu, mengabaikanmu lalu mengharapkanmu (lagi)


Salahkah wanita menyukai lelaki duluan? Mereka bilang kodratnya wanita itu menunggu, bukan mencari apalagi memperjuangkan lelaki. Tapi apakah aku salah ketika aku menyukai ia yang membuatku berjuang untuk mendapatkannya? Jatuhkah harga diriku ketika aku memperjuangkan lelaki yang aku suka? Aku rasa tidak, kalian hanya terlalu megikuti gengsi, memberi makan ego, seolah kehormatan wanita bisa jatuh ketika seorang wanita itu menaruh hati pada lelaki.

Aku melihatnya bukan hanya semata karna tampang nan rupawan, tapi jauh lebih dalam dari itu, ia bagai hembusan angin dengan butiran embun yang menyejukkan, membuat hati ini damai jika berada dekat dengannya. Membuat mata ini tak ingin beranjak dari tatapan kearahnya.

Mendekatinya bukan berati aku yang akan mengutarakan rasa kepadanya, yang kulakukan hanyalah membuatnya suka padaku, itu saja. Kata salah seorang teman dikelasku, “menyukai seseorang bukan berarti kita yang mesti menyatakan cinta kepada lelaki, banyak jalan menuju roma” itu katanya, yaa.. begitulah caraku mendapatkannya, dengan membuatnya jatuh hati padaku, hingga aku tak perlu repot-repot berjujur terlebih dahulu.

Bukankah aku yang mencintainya? Tapi malah pada akhirnya aku yang membuatnya menjauh dan menghilang. Mungkinkah satu kesalahan ini membuatmu ingin membalasku? Saat itu, pacaran denganmu mungkin terasa sangat membosankan bagimu, pasalnya tak pernah ku penuhi keinginanmu bahkan hanya untuk mengobrol saja denganmu. Berbohong adalah senjata utamaku untuk menghindarimu, entah kenapa tak ingin saja rasanya berduaan denganmu apalagi harus berboncengan, malu rasanya dengan diriku sendiri.

Tapi setelah kamu meninggalkanku, malah aku yang tak bisa lupa denganmu, penyesalan mungkin selalu terjadi belakangan, tapi bukankah seharusnya kita tak perlu menyesali apapun? Setelah komitmen yang kitabuat itu, kamu memintaku untuk tak menghubungiku satu bulan ini, tugas negarakatamu. Yaa.. tentu saja aku akan memaklumi itu, karna aku akan mempercayai apa yang bisa aku percayai saat itu. namun ternyata setelah sebulan berlalu kamu tak kunjung menghubungiku. Dan begitu ringan lidahmu berucap bahwa kita sudah usai sebulan yang lalu, bagaimana maksudmu? Aku tak mengerti. Katamu untuk tak menghubungimu dalam tugasmu itu, adalah kata putus bagimu? Aneh rasanya, mungkin kamu harus memperbaikui tata bahasamu, agar aku bisa mengerti setiap apa yang kamu ucapkan itu.

Raiz Muhammad | B@_00

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Yang dulunya aku sebut cinta #1

Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya. Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta? Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu. Semenjak awal kita sebenarnya sudah dib...