Dulu, aku
pernah bercerita tentang apa yang mengganggu pikiranku dalam hubungan ini. Tak
cukup sampai disitu ceritaku, maka ini akan berlanjut ketika mungkin aku salah
mengambil keputusan membuka hati untuk seseorang yang aku sendiri belum begitu
yakin sebenarnya. Lalu ketika ia sudah mengajakku ke jenjang yang lebih serius,
aku harus apa? Huuufttt...
Setelah
bercerita panjang denganmu diwaktu yang dulu, aku bercerita dengan beberapa
temanku, berharap mendapatkan jawaban dari apa yang sedang aku alami. Ada yang
bilang untuk jalani saja sampai hubungan ini benar-benar menemui jalan buntu,
lantas aku harus kemana setelah itu? seolah aku harus menggunakan naluriku saja
saat itu terjadi. Ada juga yang bialng untuk berhenti saja, karna tak ada
gunanya aku menjalani hubungan yang orangtuanya sendiri sudah tak menyukaiku,
dan bahkan sangat menyukai dia yang pernah kamu pilih itu bukan? Tapi rasanya
aku tak bisa begitu saja meninggalkan kisah yang telah lama itu.
Ada satu yang
membuatku terkesimah dengan kata-katanya, yang mungkin itu yang sedang aku
terapkan sekarang. “jangan terlalu kaku, jangan membuka hati hanya untuk satu
orang saja. Bukan bermaksud mendua, tapi untuk tidak terlalu berharap dengan
yang satu, supaya sakit tidaklah terlalu” begitu lah kira-kira ungkapannya.
Pikiranku langsung terbuka luas, seperti cakrawala yang tak ada habisnya. Benar
juga apa yang dia bilang, berharap jangan hanya satu suapaya sakit tidaklah
terlalu. Kata-kata itu dengan mudahnya mendoktrin pikiranku untuk tak lagi
mengharapkannya seorang. Jika jodoh ya Alhamdulillah, jika tidak, yasudahlah
hahaha
Lelaki itu,
orang yang dengan sungguh mengejarku di facebook kala itu. tak begitu aku
hiraukan namun ia dengan pantang menyerah untuk mendapatkan perhatianku.
Mengucapkan selamat pagi setiap hari, menanyakan kabarku, hari-hariku. Bukankah
itu membuatku luluh? Ya, disana aku lulu oleh rasa penasaranku padanya. Seperti
apa pria yang sedang menggangguku ini?
Berjalan 2 bulan aku dengannya berdekatan namun bukan
pacaran. Tak tahu mengapa rasanya hubungan ini sudah berbeda arah, dia yang
awalnya biasa-biasa saja. Tiba-tiba mengarahkanku pada pertengkaran dengan
pacarku. Bagaimana tidak, dia bahkan menyuruhku memilih antara dia dan pacarku.
Padahal aku sudah menjelaskan dari awal bahwa aku sudah kepunyaan orang. Lantas
mengapa masih memaksa masuk? Siapa yang salah? Kamu? Aku? Atau dia? .Aku tahu
tak semuanya salahmu, ada salahku dan ada salah pacarku juga.
Kenapa dia
memperlakukanku seperti ini? Hingga aku bisa menjali hubungan lain seperti ini.
Kenapa kamu kesini padahal kamu tahu ada orang disampingku. Dan kenapa aku
malah melambaikan tanganku seolah aku juga ingin kamu berada disini?
Semua kit
abersalah bukan? Lantas siapa yang benar? Entahlah aku juga tak tahu menahu
soal itu. namun beberapa waktu kamu tetap mendesakku dengan menyuruhku kembali
memilih. Aku harus jawab apa? Aku tak tahu harus bagaimana. Padahal aku sendiri
sudah tahu bahkan jika aku memilihmu orang tua ku takkan pernah menyetujuimu.
Bukan aku ingin memandangmu rendah, tapi orangtuaku menyekolahkanku setinggi
ini supaya aku bisa dapat orang yang berpendidikan pula kan? Lantas apa alasan
orang tuaku bisa melepasku bersamamu? Tolong jangan tersinggung, aku hanya
ingin kamu mengerti. Maaf, salahku memang sudah dari awal memulai. Dan kini aku
akhiri saja.

Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
ReplyDeleteDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny