Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Siapa yang salah? aku, kamu atau dia?


Dulu, aku pernah bercerita tentang apa yang mengganggu pikiranku dalam hubungan ini. Tak cukup sampai disitu ceritaku, maka ini akan berlanjut ketika mungkin aku salah mengambil keputusan membuka hati untuk seseorang yang aku sendiri belum begitu yakin sebenarnya. Lalu ketika ia sudah mengajakku ke jenjang yang lebih serius, aku harus apa? Huuufttt...

Setelah bercerita panjang denganmu diwaktu yang dulu, aku bercerita dengan beberapa temanku, berharap mendapatkan jawaban dari apa yang sedang aku alami. Ada yang bilang untuk jalani saja sampai hubungan ini benar-benar menemui jalan buntu, lantas aku harus kemana setelah itu? seolah aku harus menggunakan naluriku saja saat itu terjadi. Ada juga yang bialng untuk berhenti saja, karna tak ada gunanya aku menjalani hubungan yang orangtuanya sendiri sudah tak menyukaiku, dan bahkan sangat menyukai dia yang pernah kamu pilih itu bukan? Tapi rasanya aku tak bisa begitu saja meninggalkan kisah yang telah lama itu.

Ada satu yang membuatku terkesimah dengan kata-katanya, yang mungkin itu yang sedang aku terapkan sekarang. “jangan terlalu kaku, jangan membuka hati hanya untuk satu orang saja. Bukan bermaksud mendua, tapi untuk tidak terlalu berharap dengan yang satu, supaya sakit tidaklah terlalu” begitu lah kira-kira ungkapannya. Pikiranku langsung terbuka luas, seperti cakrawala yang tak ada habisnya. Benar juga apa yang dia bilang, berharap jangan hanya satu suapaya sakit tidaklah terlalu. Kata-kata itu dengan mudahnya mendoktrin pikiranku untuk tak lagi mengharapkannya seorang. Jika jodoh ya Alhamdulillah, jika tidak, yasudahlah hahaha

Lelaki itu, orang yang dengan sungguh mengejarku di facebook kala itu. tak begitu aku hiraukan namun ia dengan pantang menyerah untuk mendapatkan perhatianku. Mengucapkan selamat pagi setiap hari, menanyakan kabarku, hari-hariku. Bukankah itu membuatku luluh? Ya, disana aku lulu oleh rasa penasaranku padanya. Seperti apa pria yang sedang menggangguku ini?

Berjalan 2  bulan aku dengannya berdekatan namun bukan pacaran. Tak tahu mengapa rasanya hubungan ini sudah berbeda arah, dia yang awalnya biasa-biasa saja. Tiba-tiba mengarahkanku pada pertengkaran dengan pacarku. Bagaimana tidak, dia bahkan menyuruhku memilih antara dia dan pacarku. Padahal aku sudah menjelaskan dari awal bahwa aku sudah kepunyaan orang. Lantas mengapa masih memaksa masuk? Siapa yang salah? Kamu? Aku? Atau dia? .Aku tahu tak semuanya salahmu, ada salahku dan ada salah pacarku juga.

Kenapa dia memperlakukanku seperti ini? Hingga aku bisa menjali hubungan lain seperti ini. Kenapa kamu kesini padahal kamu tahu ada orang disampingku. Dan kenapa aku malah melambaikan tanganku seolah aku juga ingin kamu berada disini?

Semua kit abersalah bukan? Lantas siapa yang benar? Entahlah aku juga tak tahu menahu soal itu. namun beberapa waktu kamu tetap mendesakku dengan menyuruhku kembali memilih. Aku harus jawab apa? Aku tak tahu harus bagaimana. Padahal aku sendiri sudah tahu bahkan jika aku memilihmu orang tua ku takkan pernah menyetujuimu. Bukan aku ingin memandangmu rendah, tapi orangtuaku menyekolahkanku setinggi ini supaya aku bisa dapat orang yang berpendidikan pula kan? Lantas apa alasan orang tuaku bisa melepasku bersamamu? Tolong jangan tersinggung, aku hanya ingin kamu mengerti. Maaf, salahku memang sudah dari awal memulai. Dan kini aku akhiri saja.

 

 

 

 

 

Comments

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Yang dulunya aku sebut cinta #1

Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya. Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta? Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu. Semenjak awal kita sebenarnya sudah dib...