“Bangun...
bangun.. kenapa kamu tak ingin terbangun dan melihatku? Bangun...” bercucuran
air mataku memanggilmu yang tak kunjung menjawabku, semarah itukah kamu
denganku? Hingga berkali-kali aku memanggilmu kamu tak kunjung membuka matamu,
bangun.. :’( bukankah kita sudah berjanji untuk menikah? Banyak hal yang belum
kita lewati bersama, kenapa begitu cepat kamu beristirahat? Jika kamu lelah ada
aku yang akan menjadi tenagamu, ada aku yang akan menjadi kakimu kemanapun kamu
ingin melangkah, bukankah semua itu ku lakukan untukmu? Bangun... :’(
Hancur hatiku
melihatmu terbaring seperti itu, tak bergerak tak bicara hanya memejamkan mata.
Entah apa yang kamu pikirkan saat ini, saat aku menangis tak karuan, semuanya
terasa hampa ditengah keramaian orang-orang yang berdatangan ini.
Setelah kita
memutuskan untuk beristirahat sejenak dengan segala problema yang terus
berdatangan dalam hubungan kita, kamu dan akupun membentang jarak yang rasanya
berbeda untuk tetap bersama, rasanya ada hal yang mengganjal dihati. Padahal
cerita kita dipenuhi dengan sejuta cerita yang sangat manis jika dirasakan,
sangat indah jika dipandang. Mulai dari bagaimana aku melihatmu pertama kali,
mendekatimu, sampai bagaimana aku mendapatkanmu, semuanya baik-baik saja sampai
masalah yang tak bisa kamu hindari itu datang. Tak mengapa, mungkin dengan
tanpa status semua itu bisa kita redam.
Kamu pernah
bercerita tentang seorang wanita yang memutuskan lelakinya sebelum
menghembuskan nafas terakhirnya, katamu ia tak ingin meninggalkan lelakinya
dengan status pacar, supaya tidaklah terlalu berlarut dan mendalam kesedihan
lelaki itu ketika ajalnya itu. bukankah sama menyedihkannya? Ditinggal pergi
oleh orang yang ia cintai sebab pergi menutup matanya?
Akhir-akhir
ini, kamu mulai terlihat berbeda ada hubungan yang telah lama renggang kamu
perbaiki kembali, bahkan aku tak pernah melihatmu begitu akrab dengan mereka,
pun jika kamu berteman tak pernah sampai berlarut seperti itu kamu bermain
dengan mereka, seolah kamu ingin menuntaskan semua yang masih menjanggal di
duniamu, semua kesalahanmu dengan orang lain secara tiba-tiba kau tebus dengan
kata maaf dan berjabat tangan dengan meraka, ada apa? Pikirku... sudah lah
memang ada fase dimana kita sadar akan kasalahan yang kita perbuat bukan?
“Kenapa aku
bawak-annya pengen tidur terus ya?” katamu lewat pesan text waktu itu, siapa
sangka kalau itu menjadi tidur terakhirmu didunia ini. Bergetar hatiku saat
temanmu menelfonku, “bang, dia ga bisa dibangunin” semakin khawatir... lalu aku
bergegas kerumahmu dengan kekhawatiran yang mendalam, semoga kamu baik-baik
saja, semoga tak terjadi apa-apa denganmu.
“lama ga kesini
de?” tanya ibu penjaga warung depan rumahmu
“oh iya bu”
jawabku dengan nada bergetar
“ituloh pacarmu
dibawa ke rumah sakit”
Sesegera
mungkin aku menuju rumah sakit tempat kamu dilarikan, tak tampak lagi semua
yang ada dijalan rasanya aku inginsesegera mungkin sampai disana tak peduli
keselamatanku sendiri waktu itu. sesampainya disana, kamu tahu? Apa yang aku
saksikan dengan mataku ini? Bercucuran air mataku, derai tangis yang tak bisa
ku tahan lagi, hal yang tak ingin ku saksikan, aku belum siap kehilanganmu,
lantas mengapa secepat itu pergi? Sesayang itukah kamu terhdap kakakmu itu?
yang kamu ceritakan waktu itu, kenapa kamu harus pergi dan meninggalkanku
dengan cara yang dilakukan wanita itu dulu?
Rasanya langit
sudah runtuh, bumi sudah rubuh, tak ada lagi tempatku berpijak, tak ada lagi
tempatku bersandar, rasanya tubuhku tak lagi mempunyai tenaga untuk bertahan,
bangun... bangun... aku terus bisikan itu ditelingamu, bangun.... ya tuhan,
akankah mu’jizat datang.... bangun.... mereka silih berganti keluar dan masuk
tanpa henti, menyaksikanmu dengan tega meninggalkanu, sejalan dengan ucapan
dokter waktu itu, bahwa kamu telah tiada. Kenapa kau hancurkan aku sehancur
ini? Bunuh aku, aku ingin menyusulmu kesana...
Lama rasanya
aku menangis, rasanya air mata ini tak habis mengalir, dan tenagaku pun sudah
terkuras habis saat menangis, mereka menopangku keluar dari ruangan itu,
menghiburku dengan segala kata untuk membuatku lebih kuat. Tidak aku tambah
lemah dengan semua itu, tolong hentikan, aku tak ingin mendengar apa-apa saat
ini.
Saatku
beranikan diri untuk menerima semuanya, aku mulai berfikir bahwa dengan
menangis hanya akan membuatmu sedih disana, tuhan lebih sayang padamu, tuhan
sedang merindukanmu, aku tak boleh egois dengan mempertahankanmu lebih lama di
dunia ini, jika kamu ingin tidur, maka tidurlah dengan nyenyak ya sayangku,
tunggu aku disana, tenang... aku tak bermaksud menyusulmu dengan cara yang
salah, itu malah akan membuatmu membenciku bukan? Yang jelas jika tiba saatnya,
aku akan datang mendekapmu lagi. Dengan cara yang disrestui tuhan untukku,
untukmu.

Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
ReplyDeleteDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny