Apakah kamu
pernah bertanya bagaimana keadaan hatiku untuk mempercayaimu? Sungguh banyak
yang aku pertimbangkan saat ini, bukan hanya tentang perasaanku terhadapmu,
tapi juga persetujuan orang tuaku menerimamu, orang tua mana yang mau melihat
anaknya sengsara, orang tua mana yang mau menjatuhkan anaknya sendiri? Tentu
tidaklah ada yang demikian itu. Tapi bukankah kebahagiaanku, tergantung diriku
sendiri? Begitulah kata pujangga yang sedang jatuh cinta, tapi aku berusaha
untuk berfikir secara logis, yang tidak menentang akal sehatku sendiri.
Aku pernah berfikir
bahwa ucapmu waktu itu hanya sebatas kata belaka, pasalnya kamu datang
tiba-tiba lalu menghilang begitu saja, bukankah aku butuh kepastian akan sebuah
rasa? Aku tak tahu harus percaya atau tidak tentang sebuah penantian dalam diam
yang berbuah dalam, berharap berakhir dengan bahagia. tapi aku memerlukan kata
agar tidak berujung sia-sia, bukan untuk siapa-siapa, tapi untukku dan diriku sendiri,
agar aku bisa meyakini hati ini untuk tetap setia dan sedia menunggu dikala
malam terus merayu.
Dikala
keheningan malam itu, kita berbincang dengan sungguh lamanya, membahas hal-hal
yang bagiku sendiri merupakan pembahasan yang amat sangat berat untuk dicerna
secara nyata. Aku tak tahu harus senang atau tidak akan hal itu, nyatanya aku
sedikit takut, takut jika hal itu tak sesuai dengan kita pada akhirnya. Aku
tidaklah menekanmu dengan menyuruhmu berjuang dengan keras, melainkan aku juga
dengan kerasnya meyakinkan hati, ya... hatiku
dan hati orang tuaku. mungkin itu berat bagimu, begitu juga denganku.
Dibalik jendela
yang rapuh dimalam itu, aku memandangi langit hitam kelam yang ada di ujung
malam, mulai berfikir tentang hal-hal buruk yang mungkin bisa terjadi diantara
kita, kerna aku baru menyadari bahwa betapa banyak pasangan kekasih yang harus
berpisah dinegri kita, hanya karena harta dan tahta. Negri ini sungguh kejam
dengan segala kebudayaanya yang mengikat, aku begitu takut jika hal ini terjadi
pula pada kita, yang ku lihat dari raut wajah meraka saat itu, saatku bertanya
kepada mereka tentangmu, ada kata yang tersirat dibalik wajahnya, aku takut itu
sebuah lampu merah yang takan berganti kuning apalagi hijau, sungguh terasa sangat jauh
dalam dekapanku. Tolong yakinkan aku bahwa kau lah orangnya, aku sungguh tak
mampu memikirkan ini semua dengan kesendirian, tolong yakinkan aku bahwa yang
aku takutkan itu takan pernah terjadi, bahwa kamu akan berusaha sekuat tenaga untuk
membuat mereka mempercayaimu, hingga nanti akan resmi menjadi milikku dengan
cara yang di ridhoi-Nya. Namun, jika ternayata engkau bukanlah jodohku kelak,
tolong jangan membenciku dengan segala penyesalanmu.
Karya : Raiz
Request by : IRD96

Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
ReplyDeleteDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny