Aku pernah memilihmu dan meninggalkan dia, tapi mengapa kau balas aku dengan cobaan?. Dulu, kamu menjemputku dari sebuah cinta yang sebenarnya aku sudah nyaman dengannya, seseorang yang begitu baik dan sabar menghadapi semua sikapku. Aku merasa bodoh meninggalkannya demi kamu, sedang kamu memperlakukan aku sama seperti aku memperlakukan ia dahulu. Aku memberinya sakit begitupun denganmu, juga memberiku sakit seperti itu. Aku seperti melihat perbuatanku sendiri pada dirimu. Karma, menghampiri. Kita telah lalui semuanya bersama, sakit demi sakit kurasakan karna ulahmu, karna ulahku. Aku dulu jalan denganmu berlalu di depannya, kan kamupun begitu, jalan berdua dengan wanita lain dan berlalu didepanku. Sungguh rasanya sakit seperti ditikam senjata sendiri. Aku pernah menduakannya, namun kini kau yang menduakanku, heeii... bukankah kau yang merebutku darinya? Lantas kenapa kau membuatku malah menderita. Kau yang menariku dari cinta itu, tapi kenapa kau malah memberiku luka? Aku me...
Jika ceritamu tak mampu kamu simpan dalam fikian, maka lebih baik simpan dalam tulisan mengenang bukan merarti mengingat ataupun ingin kembali kemasa itu. tapi untuk pelajaran hidup dan motivasi bagi orang lain
