Skip to main content

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

Batasku #2 end


            Dan benar saja, aku akhirnya tiba di batask, dimana perlakuanmu sungguh tak bisa aku tahan lagi, kekejaman macam apa yang berusaha kamu tunjukkan padaku? Sungguh inginkah kamu memperlihatkan kekejaman yang hewan sendiri mugnkin tak tega melakukan itu, tak sanggup melakukan itu. sunnguh sakit luar biasa sakit, bagaimana tidak disaat kamu menduakanku dengan tuduhan kearahku yang aku sendiri tak mampu menelan ludah saat mengetahui itu. ingin menangis rasanya saat aku menceritakan ini. Sunguh aku berada di tiitik terperih seumur hidupku. Perih sangat-sangat perih. Ketika kau menggoreskan tanganku dengan pecahan kata itu lalu kau siram tanganku dengan perasan kulit jeruk yang asamnya tak bisa ku bayangkan. Bisa kamu rasakan bagaimana rasanya? Ketikan air perasan asam itu jatuh di kulit masuk kedalam darah.. aarrghhhhhh membayangkannya saja sangat perih rasanya, bagaimana kalau kamu merasakannya senidir? Pasti lebih sakit dari apa yang terbayang bukan?

            “Mbak? Mba aidil” seseorang dm ke Ig ku. Tak ku hiraukan lantaran aku sudah tahu kaau itu adalah selingkuhanmu yang baru. Namanya Yura, pelayan toko di sebuah toko batik di kota ini. Bagaimana mungkin aku bisa bermimpi disetiap kamu melakukan kesalahan? Contohnya menduakanku untuk kesekian kalinya.

            “Mbak Aidli”

            “Mbak aidil” sudah beberapa kali dalam seminggu terakhir ini selingkuhanmu menghubungiku. Aku akhirnya membalasnya dengan penasaran apa yang diinginkan si bajingan ini.

            “ya? Kenapa ya?”

            “mbak Aidil masih hidup?” rasanya langit akan segera runtuh mendengan mantra itu, seakan semuanya hancur berantakan, hati yang semulla perlahan sembuh dari setiap luka yang kau goreskan kini hancur lebur, tak bisa di satukan lagi di setiap bagiannya. Sebuah pazel yang kehilangan semua kepingnya, takkan lagi bisa dipersatukan kesemuaannya. Aku memegang kuat dadaku, kurasakan sesak berkepanjangan, sakit yang teramat. Inilah yang kusebut suatu yang terkejam yang pernah ku terima.

            “hah? Maksud kamu apa?”

            “iya mbak, soalnya Bima bilang mbak sudah meninggal 1 setengah tahun yang lalu akibat kanker. Foto-fotonya yang dipajang di sosial medianya dimaksudkan untuk mengenang kematian mbak yang kini ia rindui” pantas saja saat aku bertanya padanya waktu itu, katanya dia tak akan mengulangi lagi, takan menduakan ku lagi, hingga ketika aku suruh ia memasang foto kita beruda. Jadi ini alasanmu untuk mengelak dari selingkuhanmu itu. hmmm

            “kamu sudah nagapain saja sama dia? Sudah berapa lama kamu sama dia? Aku iseng bertanya untuk membuktikan seberapa bajingan lelaki ini.

            “hmmmmm gimana ya mbak, kami sudah lama mbak”

            “jawab aja udah,”

            “iya mbak, kami sudah tidur bareng”

            Ya Allah, salah apa aku ini, berkali-kali diduakan, memalsukan kematianku, bahkan dia sudah meniduri wanita itu. kamu, menghidupi dirimu saja kamu masih belum bisa, selalu aku yang menopang kehidupanmu disini. Lantas sekarang kau tiduri wanita itu? biadab. Tak ada kata lain yang lebih halus lagi untukmu dari kata itu. sungguh.

            Aku bercerita dengan ibumu, yang aku tak bisa lagi bertahan denganmu begini caranya. Ibumu teru menahanku untuk tidak meninggalkanmu. Bahkan ibumu seorang wanita mengapa masih ingin aku bertahan setelah wanita ini diperlakukan seperti itu? aku benar-benar tak habis pikir.

            Kamu mengancamku, mengancam untuk melukai orang tuaku. Sungguh aku tak habis pikir denganmu, kamu terus-terusan menduakanku, menyakitiku bahkan menganggap aku sudah tiada di hadapan wanita lain, lantas mengapa masih mempertahankanku? Bahkan dengan mengancamku sampai seperti itu. masa itu juga masa terburuk dalam hidupmu mungkin. Bapakmu di PHK pada umur yang sudah tidak produktif lagi untuk memulai mencari pekerjaan baru lagi, ibumu sakit sakitan ditambah adikmu yang ingin berkuliah di unversitas yang biyanya tak mungkin murah. Aku ingin sekali lagi simpati padamu, namun aku sungguh tak ingin terjerumus lagi pada keadaan yang dulunya aku sebut cinta. Aku sudah berada pada batasku.

            Traumaku berlangsung beberapa bulan kedepan, ancaman demi ancaman terus kau lemparkan, temanku bilang dia tidak akan berani melukai keluargamu, orang tuamu. Iya, aku ingin percaya tapi bagaimana jika dia benar-benar nekad melukai mereka. Ya Allah lindungi mereka. Setiap saat aku mendoakan keselamatan mereka dari lelaki jahannam itu. setiap saat aku berdoa agar aku benar-benar dijauhkan darinya.

            Lambat laun ia semakin menghilang dari hidupku, sekali lagi aku sudah berada di batas diaman aku tidak lagi mengingatnya walaupun aku tak kuasa menahan air mata setiap bercerita tentang ini. Tapi sekarang aku benar-benar lega bisa keluar dari mimpi terburuk dalam hidupku, yang dulunya aku sebut cinta. Aku bersyukur dan aku sudah mengikhlasknan semua yang pernah terjadi padaku dulu. Ternyata tanpa dia aku bebas melakukan apa saja yang aku bisa, melakukan apa saja yang aku mau, apa saja yang membuat hatiku senang. Aku menyesal pernah menghilangkan logika dan mendahului hatiku. Cinta telah membutakanku, menutup mataku. Hingga aku tak lagi bisa membedakan mana cinta dan mana dusta yang berakhir luka. Namun kini, sekali lagi aku katakan, aku sudah jauh lebih baik, dan lebih baik lagi.

Comments

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Yang dulunya aku sebut cinta #1

Benarkah cinta bisa melakukan segalanya? Disaat mereka yang menyerahkan segalanya demi cinta? Lantas kenap cinta berbuat demikian? Tidak kurasa bukan cinta yang melakukannya. Tapi mereka yang licik dan ingin memanfaatkan cinta sebagai bahan dan alasan mendapatkan segalanya. Aku Aidil, aku orang yang cuek akan cinta. Susah jatuh cinta namun ketika sudah cinta akan susah bagiku untuk melupakan ataupun melepaskan. Bagaimana tidak, kamu yang berkali-kali menyakitiku, menduakan dan mengecewakanku, tapi aku tetap bertahan. Mengapa? Cinta jawabku. Sebesar itukah cintaku? Disaat aku sudah tahu semua keburukanmu malah aku masih bisa berbicara kalau itu adalah cinta? Banyak hal yang aku pungkiri tentang kamu, semuanya aku tepis dengan kata cinta, ya cinta, selalu tentnag cinta dan jawabnya hanya cinta. Kata orang kita tak boleh menyukai seseorang dengan terlalu karna sakitnya pun akan terlalu pula. Iya, namun bahagianya juga sama-sama terlalu. Semenjak awal kita sebenarnya sudah dib...