Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2019

Kuy lah Klik link dibawah, untuk curhat bareng Raiz

kamu yang menghilangkan mereka perlahan

Kamu adalah orang yang membuatku hanya memiliki satu, semua hal yang dulunya ada kini hanya tinggal tentang kamu saja, setiap hari yang kita jalani hanya tentang kamu, seolah aku tak punya kehidupan lain selain kamu. Awalnya kita berjalan selayaknya orang yang saling mengerti keadaan satu sama lain, tak ada yang berbeda antara aku dan teman-temanku maupun kamu dan teman-temanmu, keegoisanmu perlahan muncul seiring waktu. Memang, kita di fasilitasi oleh orang tuamu, fikirmu dengan kemewahan yang ia berikan untukmu bisa menggantikan betapa keringatku untukmu? mengantarmu kesana kemari tanpa henti Mereka sudah lebih dulu dalam hidupku, lantas kenapa aku harus menurutimu dan membuatku jauh dari mereka? Malu, sangat malu rasanya ketika aku bukan siapa-siapa mereka selalu ada, namun ketika aku diberikan segala cinta darimu lantas membuatku lupa akan meraka? Tidak, ini bukanlah hal yang benar, aku tak bisa terus-terusan seperti ini, aku tak bisa terus-terusan menjadikan diriku berbe...

Semesta tak menerimamu

            Aku tak peduli jika semesta tak menyukai cinta kita, karna aku hanya akan berjalan dijalan yang aku sukai, kalau saja alam memberiku pilihan mungkin aku tetap akan berjalan di tempat ini. Sudah cukup bagiku kamu menjadi satu-satunya dalam hidupku, tak perlu mencari pengganti yang lain. yaa.. walaupun kamu tak sempurna, setidaknya aku tak perlu repot-repot harus mengenali dan memahami sejak awal lagi, setidaknya aku sudah tau baik buruknya dirimu. Itulah alasan aku tetap ingin bertahan denganmu, di satu jalan itu.             Semesta sering mendatangkan banyak jalan yang lebih indah, jika semesta berkata itu adalah jalan yang lebih baik dari jalanku, maka aku akan berkata iya, namun tak pernah aku jejaki. Pun bila semesta datang lagi dengan jalan yang lain, yang katanya jauh lebih indah dari semua yang di berikan padaku, jawabku akan tetap sama, dan hasilnya ju...

Hujan, menemukan Awan

Kamu adalah awan yang selalu mengiringi hujan turun kebumi, mengantarkan hujan ketempat yang tepat, mengarahkannya menjadi pribadi yang berguna bagi banyak orang. Begitulah kamu membimbingku menuju lebih baik, mengarahkanku menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan orang-orang sekitar. Kemuliaanmu adalah tugasku lahir batin, betapa aku ingin menjadi yang terbaik bagimu, menjadi wanita yang selalu kamu idam-idamkan. Kamu seperti putri malu, mekar lalu mengecut jika diberi sentuhan, bahkan setelah kamu halal bagiku, jangankan seperti muda-mudi sekarang berpacaran dimata khayalak ramai, bergandengan tangan saja kamu tak mau, malu katamu, membuatku tersenyum sendiri melihat tingkahmu. Lucu rasanya melihatmu dulu, orang yang tak tahu cinta-cintaan namun memenangkan hatiku yang sahabatmu sendiri juga menginginkan itu, pun kalau waktu itu kamu tak datang, entahlah aku akan sebahagia ini atau tidak. Ini adalah cerita tentang dua sahabat yang saling mengejar hati seorang wanita angg...

Tak mungkin sekarang bukan? tapi kapan?

Apakah aku terlalu dingin untuk sebuah kehangatan yang kamu inginkan? Seperti hujan yang tak lagi menghadirkan kesejukan hati yang aku sendiri tak mengerti arti sebuah nafas rindu yang kamu ingini. Setumpuk kasih yang tak lagi aku miliki, bahkan jauh sebelum keadaan yang membuat aku serba salah untuk semua itu, entah karna aku terlalu egois mempertahankanmu atau aku yang terlalu kaku untuk semua cinta yang kamu miliki. Sedang aku tak lagi disini. Sebuah cinta yang berjalan begitu saja, namun aku tak merasakan bahwa kamu benar-benar peduli. bahkan sabarmu malah membuatku berfikir sebaliknya, padahal semua yang kamu lakukan adalah baik. Tidak, aku tak merasa demikian. Entah mengapa rasanya hubungan ini terasa hampa tanpa adanya masalah yang kita hadapi, bagaimana mungkin aku akan bisa belajar menghargaimu sedang kamu tak pernah mempersalahkan apapun yang aku lakukan? Kenapa aku tak bersedih setelah kita memutuskan untuk berpisah? Malah air mata ini mengalir begitu derasnya s...

Membalasmu,

Pernah ga kalian merasa tak berguna didunia yang fana ini? Pernah ga kalian merasa tak pernah melakukan apa-apa? Bahwa semua yang telah kita lewati semua yang sudah kita lakukan, berjalan tanpa tujuan dan terbilang sia-sia? Rasanya begitu hampa, serasa aku sedang berada didimensi yang tiada satupun orang didalamnya dan tiada satupun yang bisa ku lakukan kecuali menangis. Apa yang telah mereka berikan padaku, rasanya tak satupun yang bisa ku balas. Apa yang mereka korbankan untukku, tak satupun yang bisa aku gantikan. Semua air mata dan keringat mereka hanya bisa aku balas dengan air mata penyesalan dan kesedihan, bukan air mata kebahagiaan. Kala itu aku menyambangi bapakku sedang istirahat bekerja, tampak semua kelelahannya bercucuran seiringan dengan keringat dan air matanya.             “pa, papa capek ya? Sini aku pijitin aja ya...”             “Eh ga usah, pap...

Cinta 24 Jam

Satu hari adalah 24 jam yang paling berharga dalam hidupku, bagaimana tidak dalam waktu yang singkat itu, aku dipertemukan dengan cinta yang membuatku bahagia. Bukankah sesimpel itu kebahagiaanku? Pagi, Sebuah awal dari pertemuan yang menjadikan diri begitu berarti setelah sekian lama mencari Siang, Kasih sayang yang selalu terbayang-bayang, melewati kalbu namun akhirnya terbuang Petang, Hampir seperti ilalang yang tumbuh lebat tapi di tebang Malam, Salam terakhir yang mungkin menjadi akhir cerita yang berujung kelam Aku sedikit tak mengerti, apa yang membuatmu mengambil keputusan yang begitu tergesa-gesa itu? bukankah 24 jam itu waktu yang sangat singkat? Lalu untuk apa menerimaku jika hanya dengan waktu sehari kamu melah memilih pergi? Mungkin kamu hanya tak enak menolakku, makanya kamu menjauhiku dengan cara menerimaku. Barangkali seperti itu fikirku. Ternyata semuanya salah, singkirkan semuanya tentang “kenapa secepat itu mengambil keputusan?” apapun jawabanmu ...

Kenapa harus aku yang menjaga jodoh orang?

Sepertinya lagu armada yang berjudul “harusnya aku” semakin marak dikalangan anak muda jaman sekarang, seiring banyaknya mereka yang ditinggalkan tanpa sebab ataupun ditinggalkan dengan sebab memilih untuk hidup bersama orang lain. katanya pilihan sendiri, dan ada juga yang bilang pilihan orang tua. Lantas untuk apa kita jalani kisah bertahun lamanya? Kita berjalan menemani hembusan angin, kehilir, kehulu, kita selalu mengikutinya, kemanapun angin itu membawa kita, suka duka, canda tawa semuanya berkumpul di rumah yang kusebut kenangan. Merancang masa depan, merencanakan pernikahan dan semua yang berkaitan dengan kita. Tapi kenapa jawabmu dia adalah pilihanmu? Kalau saja aku tahu lebih awal bahwa kamu adalah jodoh orang, mungkin kita takkan sejauh ini bukan? Lantas siapa yang tahu akan masa depan? pun tak semudah yang kita bayangkan untuk menjalani hubungan yang bertahun dan menahun. “Menjaga jodoh orang” kata yang tepat untuk kita para korban perjodohan mereka, menjaga, melindun...

Kamu adalah orang yang dikirimkan tuhan untuk-ku

Kamu adalah orang yang dikirimkan tuhan untukku, setelah apa yang aku lalui, kamupun datang menenangkan kesedihan dan menghangatkan kesunyian. Setelah apa yang aku rasakan pada cinta yang tak berpihak sama sekali, setelah bertahun aku mengejar seseorang yang tak pernah sedikitpun menoleh kearahku. Boleh aku panggil kamu mentari? Sebab kamu ianya sinar kehangatan yang datang setelah berlalunya kegelapan yang sangat mengerikan. Mentari, aku pernah suka sama seseorang yang ternyata tak pernah menganggapku ada, aku terjebak pada hubungan friendzonenya dia, setelah aku berjuang mati-matian untuknya, malah tak dipandang sedikitpun olehnya. Betapa aku berfikir bahwa dengan menunggu dan bersabar, aku bisa mendapatkan cinta darinya. Namun semua penantian itu sia-sia Setelah semua yang ku rasakan kamupun datang menutupi lubang dihati ini, membuatnya seperti tak pernah merasakan luka dan duka sebelumnya, seakan aku lupa bahwa aku pernah merasakan semua duka dimasalalu. Engkau bagai s...

Duduk disini, nanti aku datang

“Untuk sekarang aku pilih dia, nanti aku akan mencarimu setelah ceritaku dengan dia berakhir”. Kata terakhir yang kau ucap sebelum meninggalkanku, seolah menjadikan aku sebuah boneka yang kau titipkan di tempat antah barantah dan berkata “Kamu duduk disini dulu ya, nanti aku jemput kamu setelah bonekaku yang satu ini hilang” kamu tahu? Itu lebih menyakitkan dari pada aku harus menerima kenyataan bahwa kamu ga benar-benar cinta sama aku dan berterus terang memutuskan hubungan ini. Ini hati, bukan mainan untuk terus-terusan kau permainkan. Hati ini remuk, hancur dan serasa dunia tak lagi memihakku, tak lagi melihatku. Kita yang bertahan lebih dari 5 tahun itu, kamu yang mencariku 5 tahun yang lalu di sudut parkiran sekolah yang seakan-akan tumpukan motor itu adalah tumpukan dedaunan kering layaknya taman tatkala musim gugur. Indahnya dunia saat bertemu mata denganmu, memandang dengan segenap jiwa, melelehkan hati yang sudah mengeras sekian lama. Hubungan ini manis. Namun kita d...

Putuskan, tinggalkan dan hentikan

Friendzone adalah kondisi dimana kita terjebak pada posisi berteman dengan perasaan itulah yang dikatakan teman kelasku. tapi aku tak punya perasaan dengannya dan aku nyaman membersamainya seperti ini. Teman-temanku banyak yang tidak setuju akan statement itu. Bagi mereka teman tidak hanya satu, lantas mengapa kamu jadikan seolah satu? Seolah ia punya hal spesial dihatimu. Tapi aku benar-benar tak punya perasaan apa-apa denganya. Huufffttt... Oke, aku ingin cerita sedikit tentangnya, dulu kami pernah punya perasaan dan hubungan. Kami saling bertukar cerita dan cinta, layaknya sepasang kekasih pada umumnya, namun ada hal yang tak bisa kami hindari waktu itu, dan tak bisa mempertahankan apa yang mestinya dipertahankan yang pada akhirnya menghilangkan hubungan, lalu perasaan. Kami tetap berteman baik, sampai sekarang. Aku senang adanya dia, dan diapun sebaliknya (harapku) tapi akupun tak tahu benar adanya. Hei... kamu tidak akan bisa mendapatkan siapapun jika dia masih membersam...

Demi kamu dan kebaikanmu

Aku sudah kenal kamu sejak lama, baik buruknya kamu dan semua hal tentangmu. Semanya kita jalanin bersama dulu. Tapi ada saat aku ingin sendiri, kenapa? Apkah karna bosan, atau apa? Rasanya semuanya percuma saja kita jalani, ada sesuatu yang tidak mengenakkan hatiku. Aku harap kamu bisa melupakanku, demi kamu dan orang tuaku. Bertahun kita berstatus dengan tanpa restu, apalagi yang harus kita perjuangkan? Oke.. aku turuti maumu, aku jalananin sesuai dengan kemauanmu, meyakinkanku bahwa hubungan ini akan baik-baik saja. Setelah hubungan dekat kita menjadi hubungan jarak jauh, kamu berubah. Seorang yang aku kenal dulu berubah menjadi sangat posesif dan protektif. Dengan segala keselah pahamanmu itu, kita akhirnya memutuskan untuk berhenti. Lalu kenapa kamu datang setelah aku sudah nyaman dengan kesendirian ini? Dan ketika kedekatan kita dijalani dengan tanpa status, berjalan seperti angin yang tak tahu ingin kemana berhembus. Kamu tiba-tiba bertanya pertanyaan yang aku sendiri t...