Megertilah, aku baik-baik saja saat menceritakan ini padamu, bukan bermaksud mengingat hal yang telah lama kita sudahi, namun aku hanya tak bisa terus-terusan memikirkannya seorang diri. kamu begitu baik padaku, kamu membantuku disaat aku benar-benar butuh. bukan kah aku yang kejam? Meninggalkanmu, bahkan disaat semua yang sudah kita jalani bersama, bahkan disaat kau kehilangan orang terhebat dalam hidupmu, yaitu orang yang membesarkanmu. Aku lantas pergi dengan memutuskan hubungan yang kita jalin dulu, meski tak tampak jika dibaca, namun nyata bila dirasa. kamu sudah seperti sahabat bagiku, kamu juga seperti kakak untukku, dan aku terlanjur mencintaimu. Jika kamu beranggapan aku yang kejam, sadarlah, bukan mudah untukku merelakan hati kepada seseorang lalu kutarik kembali ketika aku benar-benar sudah nyaman. aku harus resign dalam dunia kerja, dan aku juga resign dari dunia cinta. Kamu sempat meyakinkanku tentang hubungan ini, tapi aku sudah mencobanya, aku juga sud...
Jika ceritamu tak mampu kamu simpan dalam fikian, maka lebih baik simpan dalam tulisan mengenang bukan merarti mengingat ataupun ingin kembali kemasa itu. tapi untuk pelajaran hidup dan motivasi bagi orang lain
